VIRAL Pengusaha Makassar Lamar Wanita dengan Uang Panai Rp 300 Juta, Set Berlian dan Rumah 3 Miliar

Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: haerahr
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Nadia Margreza bersama calon suami Haji Ajis Kalla di Dusun Kambisa, Desa Baku-baku, Kecamatan Malangke Barat, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Senin (23/11/2020).

Apa itu Uang Panai?

Dilansir dari Kompas Regional Makassar, Uang panai atau 'uang belanja' untuk pengantin mempelai wanita yang diberikan oleh pengantin pria merupakan tradisi adat suku Bugis-Makassar di Sulawesi Selatan.

Uang panai ini sejak dulu berlaku sebagai bagian yang 'wajib' ada jika pria ingin melamar wanita idamannya hingga sekarang.

Namun, uang panai ini biasanya menjadi beban bagi pria untuk melamar wanita idamannya.

Pasalnya, nilai uang panai sebagai syarat adat untuk membiayai pesta perkawinan untuk pengantin wanita tidaklah sedikit.

Baca: Viral Model Minta Dinikahi Bermahar Segelas Air dan Sandal Jepit, Sang Pria Mengaku Dibully Warganet

FOTO: Ilustrasi Pernikahan (Unsplash - Samantha Gades / @srosinger3997)

Baca: Bermahar Rp 100 Ribu, Nenek 65 Tahun di Sumsel Nikahi Anak Angkatnya yang Berusia 24 Tahun

Nilainya bahkan bisa mencapai miliaran rupiah.

Uang panai memiliki kelas sesuai dengan strata sang wanita, mulai dari kecantikan, keturunan bangsawan, pendidikan, hingga pekerjaannya.

Pengaruh faktor pendidikan misalnya, jika gadis yang akan dilamar memiliki pendidikan sebagai sarjana strata 1, harga panai akan lebih mahal dari gadis lulusan SMA, sedangkan perempuan lulusan S2 akan jauh lebih mahal dari perempuan lulusan S1.

Sebagai contoh, jika uang panai bagi perempuan lulusan SMA senilai Rp 50 juta, maka uang panai bagi gadis berpendidikan S1 diperkirakan Rp 75 juta hingga Rp 100 juta.

Untuk perempuan berketurunan bangsawan, nilai uang panai bisa mencapai miliaran rupiah.

Rekor termahal uang panai yang pernah terpublikasi adalah sebesar Rp 4 miliar.

Baca: VIRAL Pria Ini Jual Istrinya ke Orang Asing karena Mahar Sepeda Motor, Kehormatan Jadi Alasan

Ilustrasi (Tribunnews/Jeprima)

Baca: Resmi Menikah, Sule dan Natalie Holscher Sepakati 3 Komitmen Ini

Masih banyak faktor lain yang mempengaruhi nilai uang panai, seperti sang gadis misalnya sudah berhaji atau belum.

Meski demikian, nilai uang panai biasanya masih bisa didiskusikan oleh keluarga kedua calon mempelai.

Mengapa mahal?

Nilai uang panai yang mahal kerap dipertanyakan.

Konon zaman dulu, para orangtua ingin melihat keseriusan sang pria dalam melamar anak wanitanya sehingga sang pria betul-betul berusaha mengupayakan uang panai untuk mendapatkan wanita pujaan hatinya.

"Makanya susah untuk mendapatkan orang suku Bugis Makassar, tapi susah pula lepasnya atau bercerai. Dalam artian, tingginya harga panai akan membuat pihak lelaki akan berpikir seribu kali untuk menceraikan istrinya karena ia sudah berkorban banyak untuk mempersunting istrinya. Pada uang panai itulah dilihat kesungguhan sang pria untuk mendapatkan wanita pujaan hatinya," kata Budayawan Sulawesi Selatan Nurhayati Rahman, Sabtu (11/3/2017).

Baca: Selamat! Denny Sumargo Resmi Menikah, Ini Sosok Istrinya

Ilustrasi pernikahan. (pexels.com)

Baca: Diam-diam Sherina Munaf dan Baskara Mahendra Resmi Menikah, Pamer Cincin di Instagram

Dosen Universitas Hasanuddin ini mengatakan, uang panai merupakan penghargaan pria kepada sang gadis yang ingin diperistri.

Menurut dia, uang panai menunjukkan dengan jelas bahwa warga Bugis sangat menghargai keberadaan perempuan sebagai makhluk Tuhan yang sangat berharga sehingga tak sembarang orang dapat meminang wanita Bugis.

Kawin lari

Halaman
123


Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: haerahr
BERITA TERKAIT

Berita Populer