Harga 3 Calon Vaksin Covid-19, Mulai dari Harga Rp200 Ribu hingga Rp500 Ribu Lebih per Dosis

Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi vaksin virus corona

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Berikut adalah rincian harga 3 calon vaksin Covid-19 yang tengah memasuki uji klinis fase 3.

Tiga vaksin ini mempunyai keefektifan yang berbeda-beda.

Untuk diketahui, beberapa vaksin yang dikembangkan sejumlah perusahaan menunjukkan hasil cukup baik dalam uji coba klinis fase 3.

Bahkan, diklaim keefektifannya mencapai lebih dari 90 persen.

Harga dari ketiganya pun juga sangat bervariasi.

Ada yang mulai dari Rp200 ribu hingga Rp500 ribu lebih per dosisnya.

Baca: Uji Coba Tahap Akhir Vaksin Corona, AstraZeneca Laporkan 90% Efektif Digunakan

Baca: Perdana Menteri Spanyol Berencana Distribusikan Vaksin Covid-19 pada Januari 2021

Vaksin yang akan dibahas ini adalam Sinovac, Pfizer dan BioNTech, dan Moderna.

Untuk lengkapnya, berikut harga 3 calon vaksin Covid-19 per dosisnya seperti yang dikutip dari Kompas.com:

1. Sinovac

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Kota Jiaxing Timur mengungkapkan dua dosis kandidat vaksin CoronaVac memakan biaya yang cukup tinggi.

Diperkirakan vaksin ini akan menelan biaya 200 yuan atau setara Rp 421.408,75 per dosis, seperti yang diberitakan Reuters, 16 Oktober 2020.

Vaksin CoronaVac dikatakan bisa memicu respons imun yang cepat.

Namun menghasilkan tingkat antibodi lebih rendah ketimbang orang yang sudah sembuh dari infeksi virus corona.

Namun, otoritas China belum merilis rincian harga secara resmi vaksin Covid-19 potensial yang dikembangkan Sinovac Biotech.

Ilustrasi vaksin Covid-19 (SHUTTERSTOCK/solarseven)

Sementara itu, Bio Farma Indonesia telah mencapai kesepakatan untuk setidaknya membeli 40 juta dosis dari Sinovac, dengan biaya sekitar Rp 200.000 per dosis.

Adapun, vaksinasi pada kelompok berisiko tinggi telah dimulai.

Ratusan ribu orang telah diberi vaksin eksperimental dalam uji coba tahap akhir, sebagai bagian dari program inukulasi darurat pada Juli 2020.

2. Pfizer dan BioNTech

Pfizer dan BioNTech mengembangkan vaksin yang dinamai BNT162b2, dengan menggunakan m-RNA, seperti yang dikutip dari New York Times.

Pfizer dan BioNTech mengaku jika calon vaksin yang dikembangkan tersebut 95 persen efektif.

Halaman
123


Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi

Berita Populer