Tujuh Orang Tewas Setelah Minum Hand Sanitizer Covid karena Kehabisan Alkohol dalam Pesta Miras

Editor: haerahr
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Mobil ambulans membawa sembilan orang yang keracunan hand sanitizer. Tujuh orang tewas, dua lainnya masih koma. Hand sanitizer lokal yang mengandung 69 persen metanol diminum langsung oleh beberapa orang karena kehabisan alkohol dalam sebuah pesta miras di Rusia.

Kepala Desa Kamawakan, Ardani, memberikan penjelasan terkait dengan pesta oplosan yang diadakan oleh remaja tersebut.

Menurut Ardani, kejadian tersebut berawal dari J yang mengajak berkumpul teman-temannya ketika ia pulang kampung.

Sebelumnya, remaja 18 tahun tersebut tinggal di Rantau, Kabupaten Tapin kemudian ia kembali ke Desa Kamawakan.

Setelah berhasil mengajak teman-temannya, mereka pun bertemu di Kantor Desa Kamawakan pada Minggu (17/5/2020) sekitar pukul 21.00 Wita.

Pesta tersebut pun dihadiri 4 orang remaja.

Dari pesta oplosan tersebut, satu orang remaja berinisial J tewas, sedangkan dua teman lainnya kritis.

Kedua korban kritis tersebut berinisial R (22) dan K (20).

Sedangkan, satu orang lagi yang juga bergabung ke dalam pesta oplosan tersebut yakni A (20) yang dirawat di Puskesmas Loksado.

Namun kini kondisi A sudah membaik dan ia sudah boleh pulang.

Ardani mengatakan jika korban yang meninggal dunia, J, sudah dimakamkan di Desa Kmawakan, Rabu pagi.

Sedangkan 2 korban lain yang sedang kritis dirawat di Rumah Sakit H Hasan Basry HSS.

Dari informasi yang diperoleh oleh sang kepala desa, mereka mencampur disinfektan dengan minuman berenergi dan alkohol.

“Informasi yang kami peroleh, mereka minum salah satu merek minuman energi dan mencampurnya dengan cairan disinfektan dan alkohol,” kata Ardani, Rabu (20/5/2020).

Cairan itu sebenarnya tersedia di kantor desa untuk penyemprotan sehubungan dengan pencegahan virus corona.

Namun, malah dipakai untuk mengoplos dengan alkohol.

“Aparat kami tidak ada yang tahu, kalau mereka mencampurnya untuk diminum,” ungkap Kades.

Setelah meminum oplosan tersebut, kata Ardani, empat remaja itu pulang ke rumah masing-masing.

Sekitar pukul 22.00 Wita, korban J minta antar salah satu temannya, yang berinisal A untuk diantar ke rumah R.

Di rumah R, mereka pun berbincang-bincang.

“Saat asyik ngobrol itu, tiba-tiba Junet merasakan perutnya mules, lalu langsung ambruk dan meninggal dunia,” kata Ardani.
Kondisi perut mules juga dialami tiga temannya yang ikut minum oplosan hingga dibawa warga ke Puskesmas Loksado.

Halaman
123


Editor: haerahr
BERITA TERKAIT

Berita Populer