Keduanya menjalin hubungan tidak pantas dengan siswanya sendiri yang masih di bawah umur.
Bahkan, satu di antaranya, memaksa sang murid untuk berhubungan tak senonoh dengan frekuensi sampai 2 kali seminggu dan berlangsung selama tujuh bulan.
Sementara guru yang satunya secara sengaja mengirimi foto dirinya yang berbusana minim kepada seorang siswanya, sebelum kemudian dia mengajak siswanya itu berbuat tidak senonoh.
Dilaporkan Daily Star, Kamis (12/11/2020), Rochelle Cressman (33), seorang guru olahraga secara kontinyu melakukan pelecehan seksual kepada siswanya yang berusia 14 tahun.
Dalam dakwaannya, polisi menyebut Cressman secara aktif menjalin hubungan intens dengan siswanya sendiri.
Baca: Ibu Guru Muda Paksa Siswanya Berhubungan Asusila: Murid Stres dan Nyaris Lakukan Hal Mengerikan
Hubungan ilegal itu berlangsung antara September 2018 hingga April tahun lalu.
Dalam surat dakwaan, jaksa menyebut Cressman memaksa siswanya untuk melakukan tindakan seksual setidaknya dua kali dalam seminggu.
Hal ini berlangsung hingga tujuh bulan lamanya.
Cressman yang memulai hubungan tak pantas itu, mengatakan kepada bocah itu untuk tidak memberi tahu siapa pun tentang hubungan mereka.
Baca: Guru Ini Nekat Berbuat Tak Senonoh dengan Siswanya Padahal Ibu sang Siswa Tidur di Sampingnya
Ia bahkan mengancam akan melukai dirinya sendiri dan sang siswa jika tindakan terlarang mereka terungkap, menurut pernyataan tertulis tentang kemungkinan penyebabnya.
Cressman yang sebelumnya mengajar di sekolah menengah, dan remaja itu menjadi akrab dengan sang siswa karena sering berkunjung ke rumah siswa itu.
Bila ingin menyalurkan hasratnya, ibu guru olahraga ini mengajak siswanya itu ke rumahnya di Oil Creek Township atau ke sebuah rumah di Titusville, Meadville Tribune melaporkan.
Dia mengaku bersalah karena berulang kali melakukan pelecehan seksual terhadap seorang siswa laki-laki berusia 14 tahun.
Cressman didakwa di Pengadilan Crawford atas tiga tuduhan pelecehan seksual yang melibatkan remaja tersebut.
Sebanyak 63 tuntutan pidana untuk ibu guru ini dibatalkan setelah ia memberi pengakuan bersalah, menurut surat kabar tersebut.
Dia awalnya didakwa pada Mei 2019 dengan 42 dakwaan penyerangan tidak senonoh, serta 10 dakwaan pelecehan seksual menurut undang-undang, 10 dakwaan hubungan seksual menyimpang yang tidak disengaja dan dakwaan terkait lainnya.
Sebagai bagian dari perjanjian pembelaan, jaksa penuntut mengatakan mereka akan merekomendasikan minimal enam tahun di balik jeruji besi dan maksimal 12 tahun.
Dia sudah dijatuhi hukuman pada bulan Februari 2020 lalu.
Cressman juga akan menjalani 10 tahun masa percobaan setelah hukumannya, Tribune lebih lanjut melaporkan.