Pada sebuah unggahan di akun Instagram-nya @ulinyusron pada 31 Agustus 2020, Ulin yang berfoto dengan Presiden Jokowi dengan tegas menulis, "Saya influencer Jokowi!".
Beberapa waktu sebelumnya, Ulin juga sempat ramai jadi perbincangan di jagat media sosial.
Dia pernah menyebarkan informasi pribadi terkait seorang laki-laki yang disebut akan "memenggal kepala Jokowi" berinisial HS.
Ternyata tuduhannya tersebut keliru. Ulin Yusron sendiri belakangan menghapus unggahannya tersebut.
Kementerian BUMN mengangkat relawan Pilpres pemenangan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Eko Sulistyo, sebagai Komisaris PT Perusahaan Listrik Negara (Komisaris PLN).
Pengangkatannya sebagai komisaris BUMN ini tercantum dalam SK-330/MBMU/10/2020 tertanggal 9 Oktober 2020.
Eko selama ini dikenal sebagai orang dalam lingkaran Presiden Jokowi.
Dia adalah timses pemenangan Jokowi dalam berbagai pemilu, bahkan dia sudah membantu Jokowi sejak pilkada di Solo sebagai wali kota.
Baca: Ditanya DPR mengenai Kerugian Rp 38 Triliun, Dirut PLN Zulkifli Zaini Buka Suara
Sebelum masuk menjadi tim pemenangan Jokowi dalam setiap pemilu yang diikuti Jokowi, Eko sebelumnya adalah Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Solo pada 2003-2008.
Namanya juga dikenal sebagai aktivis dan sempat merintis berdirinya LSM di Kota Solo.
Eko Sulistyo juga tercatat pernah menjabat sebagai Deputi IV Kantor Staf Kepresidenan (KSP) periode 2014-2019.
Menilik ke belakang, Dyah Kartika Rini berkontribusi pada pemenangan Presiden Jokowi pada Pilpres dan Pilgub DKI Jakarta.
Dia adalah pendiri dari Jasmev yang merupakan akronim Jokowi Ahok Social Media Volunteer yang membantu pemenangan Jokowi dalam pemilu.
Kelompok relawan tersebut mengeklaim sebagai pendukung tanpa bayaran.
Dukungannya dalam pemenangan pemilu terutama terkait dengan kampanye di udara atau di media sosial.
Baca: Jasa Raharja
Baca: Beberkan soal Lobi Jabatan di Pertamina, Ahok: Harusnya Kementerian BUMN Dibubarkan
Dukungan yang diberikan relawan Jasmev tak setengah-setengah, lembaga tersebut bahkan sampai mendirikan war room di kawasan Jakarta Pusat untuk membantu "berperang" di media sosial.
Dyah Kartika Rini juga tercatat sebagai pendiri Spindoctor Indonesia, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang konsultan politik.
Ia menjadi salah satu relawan pemenangan Jokowi sejak Pilgub DKI Jakarta.
Namanya juga pernah tercantum dalam komisaris Danareksa.
Pengangkatannya sebagai komisaris BUMN keuangan itu terjadi pada tahun 2015 atau setahun setelah Jokowi memenangi Pilpres pada periode pertamanya.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dalam Sebulan, 3 Relawan Jokowi Diangkat Jadi Komisaris BUMN"