Walaupun kasus aktif Covid-19 mulai melandai, pasien yang dilaporkan meninggal dunia terus meningkat selama PSBB ketat.
Rata-rata laporan kasus meninggal dunia harian selama penerapan PSBB adalah 17 orang dengan tingkat kematian 2,4 persen.
Angka kematian tertinggi tercatat pada 6 Oktober, yakni 34 orang.
Klaim pelandaian kasus harian Covid-19 tidak berbanding lurus dengan angka penyebaran Covid-19.
Indikatornya adalah jumlah penambahan kasus harian Covid-19 yang masih melampaui angka 1.000 selama memberlakukan PSBB.
Hanya ada tiga hari dengan penambahan kasus di bawah angka 1.000 selama PSBB.
Rata-rata penambahan kasus harian Covid-19 selama PSBB adalah 1.147 kasus.
Bahkan pada hari ketiga penerapan PSBB, kasus harian Covid-19 mencatat angka tertinggi sejak awal pandemi, yakni bertambah 1.505 kasus.
Selama PSBB Jakarta, Pemprov DKI pun juga menambah rumah sakit rujukan Covid-19.
Kini ada 98 rumah sakit rujukan Covid-19 di DKI. Sebanyak 8 rumah sakit ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/169/2020.
Sementara itu, 90 rumah sakit lainnya ditetapkan berdasarkan Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 987 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Kepgub Nomor 378 Tahun 2020 tentang Penetapan Rumah Sakit Rujukan Penanggulangan Covid-19.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul 24 Hari PSBB, Bagaimana Pergerakan Kasus Covid-19 di Jakarta?