Saling Berbagi Budaya, Kunci Jawaban Soal Belajar dari Rumah TVRI SMP Jumat (9/10/2020)

Penulis: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pada program Belajar dari Rumah TVRI, para siswa SMP akan disuguhkan sebuah tayangan Pelesiran Rumah Adat Balla Lompoa

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Berikut adalah Soal dan Jawaban Materi SMP dalam program Belajar dari Rumah TVRI, Jumat 9 Oktober 2020.

Pada program Belajar dari Rumah TVRI, para siswa SMP akan disuguhkan sebuah tayangan Pelesiran Rumah Adat Balla Lompoa.

Seperti biasa, di akhir tayangan tersebut ada beberapa soal yang harus dijawab oleh para siswa, jadi adik-adik harus menonton videonya di TVRI.

Diharapkan teman-teman siswa-siswi mengerjakan sendiri soal ini terlebih dahulu sebelum mencontoh kunci jawaban dalam artikel ini. 

Baca: Bangun Ruang Sederhana, Kunci Jawaban Soal Belajar dari Rumah TVRI SD Kelas 4-6 Jumat (9/10/2020)

Berikut Kunci Jawaban Soal dibuat dengan cukup sederhana agar lebih mudah untuk memahaminya, dikutip dari hargaticket.com.

Soal

1. Jika kamu diminta untuk mengenalkan budaya daerahmu pada teman yang tidak tahu budaya daerah, upaya apa yang akan kamu lakukan?

2. Menurut pendapatmu, perlukah budaya negara lain kita pelajari, dan untuk apa kita pelajari?

3. Tuliskan dalam satu paragraf rumah adat yang ada di daerahmu!

Jawaban

1. Mengenalkan budaya yang ada misalnya dari makanan khas atau wisata, kemudian berbagi cerita 

2. Budaya terbentuk dari banyak unsur.

Di mulai dari agama, politik, bahasa, pakaian seni dan adat istiadat.

Budaya adalah suatu pola hidup yang menyeluruh, budaya bersifat komplek dan luas.

Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya, maka ia harus menyesuaikan diri dengan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa kita mempelajarinya.

3. Nama rumah adat Joglo ini terdiri dari dua kata yang digabung menjadi satu.

Yaitu kata “Tajug” dan “Loro” yang memiliki arti menggabungkan dua Tajug.

Sedangkan untuk Tajug sendiri merupakan bentuk atap seperti piramid.

Masyarakat jawa saat itu memilih Tajug sebagai model atap rumah ini, karena bentuknya yang hampir sama dengan gunung.

Jaman dulu, gunung dianggap sebagai tempat yang sakral oleh masyarakat yang hidup kala itu.

Empat tiang pada atap rumah ini juga memiliki filosofi yaitu gambaran kekuatan dari empat penjuru mata angin.

Halaman
12


Penulis: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer