Dia mengatakan hal tersebut seraya menjawab pertanyaan netizen mengenai sikap Prabowo Subianto selaku Ketua Umum Partai Gerindra.
Diketahui Gerindra menjadi salah satu partai yang turut mendukung Omnimbus Law Undang-Undang Cipta Kerja.
Di Twitter, netizen meminta kepada juru bicara Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menanyakan mengapa Partai Gerindar mendukung UU Cipta Kerja.
Baca: Demo Tolak Omnibus Law Berujung Panas, Halte TransJakarta & Resto di Jogja Jadi Sasaran Pembakaran
Baca: Aksi Teatrikal Mahasiswa Lakukan Salat Jenazah di Depan Gedung DPRD saat Demo Tolak RUU Cipta Kerja
Melalui kolom komentar Twitter Juru Bicara Menhan, Dhanil Anzar Simanjuntak, ada netizen yang mengunggah berita lama yang isinya, Prabowo menempuh oposisi dan siap mati untuk rakyat.
Mendapat banyak pertanyaan, Dhanil Anzar Simanjuntak kemudian membalasnya.
Dia mengabarkan kesehatan Prabowo Subianto yang dalam keadaan baik-baik saja.
"Alhamdullilah beliau @prabowo sehat walafiat, dan melaksanakan tugas sebagai Menhan sebagaimana mestinya," tulisnya.
Pertanyaan serupa sebelumnya juga dilontarkan oleh Direktur Charta Politika, Yunarto Wijaya.
Dia juga penasaran dengan sikap Prabowo terhadap UU Ciptaker ini.
Pasalnya, Gerindra termasuk partai yang setuju dengan disahkannya UU Cipta Kerja tersebut.
Namun hal itu seolah tak sejalan dengan sikap Anggota DPR dari fraksi Gerindra, Fadli Zon, yang mengkritik UU Cipta Kerja tersebut.
Yunarto Wijaya pun dibuat bingun dan bertanya-tanya akan sikap sang ketua umum Prabowo Subianto.
“Partai anda kenapa setuju dgn UU Cipta Kerja bang @fadlizon?
Bagaimana sebetulnya sikap prabowo terhadap UU ini? #SeriusNanya,” tulis Yunarto dalam akun Twitternya pada Rabu (7/10/2020).
Baca: Viral Ketua DPRD Bulukumba Tolak Omnibus Law di hadapan Massa: Kalau Perlu Saya Terbang ke Jakarta
Baca: Siswa SMA Kibarkan Bendera Merah Putih, Nyanyikan Lagu Padamu Negeri saat Demo Tolak Omnibus Law
Sebelumnya, ia juga mengomentari artikel berita soal kritikan Fadli Zon terhadap UU Cipta Kerja tersebut.
Ia menyindir kritik yang disampaikan Fadli Zon itu hanya akting semata.
Sebab pada kenyataannya, partai Gerindra mendukung UU Cipta Kerja tersebut.
Fadli Zon menilai, UU Cipta Kerja tidak tepat sasaran dalam menjawab persoalan hambatan investasi di dalam negeri.
Mengutip data World Economic Forum (WEF), Fadli Zon memaparkan kendala utama investasi di Indonesia adalah korupsi, inefisiensi birokrasi, ketidakstabilan kebijakan, serta regulasi perpajakan.