Setelah insiden pemelorotan celana tersebut, pukulan warga mulai terlihat berdampak pada Yatno.
Korban mulai dikeroyok setelah terluka kena pukulan warga.
“Begitu dipukul langsung terluka, yang lain langsung menyerbu. Akhirnya terjadi pengeroyokan itu,” kata DD.
Akibat dari pukulan tangan kosong warga yang beramai-ramai memukulinya, Yatnp mengalami luka parah.
Luka yang diderita parah dibagian wajahnya.
AKP Ardyan Yudo Setyantoro selaku Kasat Reskrim Polres Tulungagung mengklaim telah mendengar tentang sikap korban yang pamer kesaktian saat saksi menjelaskan kasus tersebut.
Akan tetapi, pihaknya tidak menemukan jimat berupa benda apapun milik Yatno.
“Itu hanya cerita yang kami dengar dari warga yang kami periksa,” jelas AKP Ardyan Yudo Setyantoro.
Baca: Kepergok Curi Motor, Seorang Pria di Palembang Dikeroyok Massa hingga Babak Belur
Baca: Umar Assegaf Dikeroyok saat Midodareni, Ini Sosok 2 Anggota Ormas yang Ditangkap Polisi
Kasus ini berawal dari adanya penagkapan pelaku pencurian kendaraan bermotor.
Pelaku adalah K (17), B (16) dan J (26).
Untuk diketahui, ternyata B dan K merupakan anak kandung Yatno.
Sementara untuk pelaku J ini diketahui sebagai anak buah Yatno.
Dari isu yang beredar aksi pencurian tersebut ada dukungan Yatno.
Ditambah lagi dengan sosok Yatno yang dikenal anarkis ini.
Aksi massa yang mengeroyok korban ini bermula adanya keinginan warga yang ingin memeriksa ponsel Yatno.
Pemeriksaan tersebut guna mencari bukti adanya campur tangan Yatno dalam aksi pencurian motor tersebut.
Selanjutnya, Yatno menolak permintaan warga tersebut.
Kemudian terjadilah aksi anarkis pengeroyokan oleh warga hingga membuatnya tewas.
Menurut keterangan, beberapa bulan lalu, pria 55 tahun ini juga dituduh menjadi dalam kematian sapi-sapi di Desa Nyawangan dan sekitarnya.
Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Awalnya Preman Kampung Ini Sombong Kebal Pukulan, Akhirnya Tewas Setelah Celana Dipelorotin Warga