Uji Klinis Tahap 3 Vaksin Sinovac Berjalan Baik, Tak Ada Efek Berat yang Dirasakan Relawan

Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Archieva Prisyta
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Calon vaksin Covid-19 buatan perusahaan Sinovac dari China. Vaksin ini juga diuji coba tahap 3 di Indonesia

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Uji klinis tahap 3 vaksin Covid-19 buatan Sinovac asal China berjalan baik.

Calon vaksin Covid-19 ini juga diuji klinis di Indonesia dan melibatkan ribuan relawan.

Kabar kelancaran uji klinis vaksin ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Senin (28/9/2020).

"Kami tadi pagi melakukan rapat dan memperoleh informasi bahwa laporan yang diterima sampai saat ini uji klinis berjalan dengan lancar," kata Retno.

Menurut laporan tim uji klinis, kata Retno, tidak ada efek berat yang dirasakan relawan setelah mereka mendapat suntikan vaksin.

"Jadi intinya dapat berjalan dengan lancar dan sejauh ini hasilnya baik," kata Retno.

Baca: Pemerintah Merinci Daftar 6 Kelompok yang Diprioritaskan Mendapat Vaksin Covid-19

Pemerintah akan memastikan bahwa Indonesia akan mendapatkan vaksinasi sesuai jadwal.

"Jadi intinya dapat berjalan dengan lancar dan sejauh ini hasilnya baik," kata Retno.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat wawancara khusus dengan Tribunnews.com di Gedung Kementrian Luar Negri, Jakarta Pusat, Jumat (11/10/2019). (Tribunnews/Jeprima)

Sebagai informasi, PT Bio Farma (Persero) merupakan pihak yang bekerja sama dengan Sinovac. Retno mengatakan tim ahli Sinovac telah meninjau kesiapan fasilitas Bio Farma.

"Tim ahli Sinovac telah melakukan visitasi ke Bandung, untuk meninjau production site vaksin Bio Farma dan sekaligus melakukan observasi pelaksanaan uji klinis fase ketiga di Bandung dan sekitarnya," kata Retno.

Nantinya, Bio Farma akan memproduksi vaksin dengan kapasitas 250 juta dosis. Retno menegaskan prinsip kehati-hatian terus ditekankan dalam persiapan vaksinasi.

Baca: UPDATE Vaksin Covid-19 di Seluruh Dunia, 9 Calon Vaksin Sudah Masuk Uji Klinis Tahap 3

Daftar 6 Kelompok yang Diprioritaskan Mendapat Vaksin Covid-19

Pemerintah optimistis vaksin Covid-19 dapat disalurkan mulai Januari tahun depan.

Ada enam kelompok yang diprioritaskan prioritas vaksin Covid-19 pada tahap awal.

Pada tahap awal ini direncanakan ada sebanyak 102,45 juta orang yang disuntik vaksin Covid-19.

Hal ini terinci dalam dokumen presentasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) yang dijelaskan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada Senin (28/9/2020).

Airlangga Hartarto. (TRIBUNNEWS/MUHAMMAD FADHLULLAH)

Mereka yang berada di barisan terdepan dalam menangani pandemi akan menjadi kelompok pertama atau paling diprioritaskan. 

Pada kelompok ini, ada total 1,31 juta orang yang akan diberi vaksin.

Baca: Ilmuwan Khawatir karena Perusahaan Vaksin Covid-19 Kurang Terbuka Mengenai Detail Keamanan Produknya

Kelompok Kedua, orang yang memiliki kontak erat dengan pasien covid-19. Targetnya ada 50.000 orang.

Kelompok Ketiga, orang yang bertugas di bidang pelayanan publik dengan sasaran 715.000 orang.

Halaman
12


Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Archieva Prisyta

Berita Populer