Jenderal Gatot Diajak Makan di Singapura, Ternyata Dipertemukan dengan Setnov: Merasa Dijebak

Editor: haerahr
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Joko Widodo didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat itu (kedua kiri) menyaksikan secara langsung Latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI tahun 2017. Gatot memberi klarifikasi isu soal alasan dicopotnya sebagai Panglima TNI dan pertemuannya dengan Setnov.

"Jadi saya ulangi, saya dicopot bukan karena itu. Bisa saja terjadi seperti itu kan. Tapi saya tidak pernah mengatakan saya dicopot berdasarkan itu," kata Gatot. 

Sebelumnya, pernyataan Gatot terkait pencopotannya sebagai Panglima TNI menjadi polemik yang memancing banyak pihak berkomentar.

Pernyataan tersebut Gatot sampaikan dalam tayangan di kanal Youtube Hersubeno Point yang diunggah pada 21 September 2020.

Dalam tayangan tersebut Gatot menyampaikan sejumlah indikasi adanya kebangkitan komunisme yang ia temukan sepanjang berkarier di TNI.

Gatot mengatakan indikasi-indikasi itulah yang menbuatnya mengeluarkan perintah menonton film tersebut. 

Dalam tayangan tersebut ia juga sempat menceritakan saat-saat sebelum pencopotannya.

"Pada saat menjadi Panglima TNI saya melihat itu semuanya. Maka saya perintahkan jajaran saya untuk menonton film G 30 S PKI."

"Pada saat itu saya punya sahabat dari salah satu partai, saya sebut saja partai PDI. Menyampaikan, Pak Gatot hentikan saja itu, kalau tidak Pak Gatot pasti akan diganti."

"Saya sampaikan terima kasih, tapi di situ saya gas karena ini adalah benar-benar berbahaya. Dan memang benar-benar saya diganti," ungkap Gatot dalam tayangan tersebut. 

(Tribunnews.com/Gita Irawan)

Artikel ini telah tayang di tribunlampung.co.id dengan judul Jenderal Purn Gatot Nurmantyo 'Dijebak' Teman untuk Bertemu Setnov  dan di Tribunnews.com dengan judul Cerita Gatot Nurmantyo Diberhentikan Sebagai Panglima TNI Setelah Perintahkan Nobar Film G 30 S PKI



Editor: haerahr
BERITA TERKAIT

Berita Populer