Pacu Semangat Timnas Indonesia U-19, Shin Tae-yong Sebut di Korsel Latihan Tak Berhenti Hingga Mati

Penulis: Haris Chaebar
Editor: Archieva Prisyta
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Shin Tae-yong bersama penerjemahnya, Jeje ketika memberikan instruksi kepada pemain Timnas Indonesia U-19 pasca-laga kontra Bulgaria, Sabtu (5/9/2020).

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Timnas Indonesia U-19 sedang menjalani pemusatan latihan atau Training Center (TC) di Kroasia untuk periode bulan September ini.

Selama menjalani TC, seluruh anggota Timnas Indonesia U-19 digembleng secara fisik, teknik dan taktik dibawah pengawasan langsung dari pelatih Shin Tae-yong.

Shin Tae-yong sendiri dikenal sebagai pelatih yang disiplin dan keras.

Meski secara taktik belum terlihat optimal, salah satu yang menjadi sorotan dari Timnas Indonesia U-19 adalah fisik pemain, terutama stamina.

Beberapa kali Shin Tae-yong menyoroti buruknya stamina dan daya tahan para pemain Timnas Indonesia U-19.

Mantan pelatih Korea Selatan itu pun bahkan pernah menyiratkan, para pemain tak masalah jatuh pingsan ketika berlatih, mengingat lebih baik kapasitas individu dideteksi awal.

Hasilnya, cukup terlihat ada progres di Timnas Indonesia U-19.

Meski hanya menang sekali semenjak uji coba, ada perkembangan yang terlihat dari Pratama Arhan dkk.

Mantan pelatih fisik Persebaya Surabaya, Rudy Eka Priyambada, sangat senang dengan perkembangan yang ditunjukkan oleh timnas U-19 Indonesia.

Rudy menilai kehadiran Shin Tae-yong memberikan perubahan yang signifikan bagi Bagas Kaffa dkk.

Baca: Isu Naturalisasi Pemain Brasil di Timnas Indonesia, Forum Suporter Sebut PSSI Selalu Buat Kegaduhan

Baca: Istimewa, Teknik Lemparan Jauh Bek Timnas Indonesia U-19 Ini Mirip Pemain Legendaris Liga Inggris

Salah satu yang menjadi perhatian utama Rudy adalah fondasi tim Garuda Nusantara yang semakin baik.

Hal itu terlihat pada kedisiplinan para pemain timnas U-19 Indonesia berlari mengejar bola.

Laga antara Timnas Indonesia U-19 vs Arab Saudi, Jumat (11/9/2020) di Kroasia. (Dokumen PSSI)

Bahkan dalam laga uji coba pertama kontra Qatar, Kamis (17/9/2020), gelandang sayap Muhammad Supriadi sempat tergeletak kelelahan usai melakukan sprint dari tengah lapangan.

Menurut Rudy, fondasi itu sangat membantu pemain menerima materi tentang taktik dari tim pelatih.

"Dari latihan taktik dan cara berpikirnya sangat terlihat progress, terutama disiplin," kata Rudy dilansir dari Bolasport.com.

"Tidak ada pemain yang jalan kaki, semua lari," ucap pelatih yang mengawali karier kepelatihannya di Australia, Monbulk Rangers, itu.

Saking disiplinnya Shin Tae-yong, Rudy pernah mendengar satu nasihatnya kepada para pemain timnas Indonesia yang cukup mencengangkan.

Baca: Shin Tae-yong Sorot 2 Evaluasi Penting Timnas Indonesia U-19 Pasca Babak Belur di Turnamen Uji Coba

Baca: Kevin Diks, Bek Fiorentina Berdarah Belanda-Maluku Ini Nyatakan Ingin Bermain di Timnas Indonesia

Menurut Rudy, juru taktik asal Korea Selatan itu sempat mencotohkan para pemain Korea yang tak akan pernah berhenti berlari sebelum meninggal.

"Pantas pernah dengar waktu TC timnas senior coach Shin pernah bilang di Korea kalau pemain belum mati tidak ada yang berhenti berlari," ucapnya. 

"Fisik sudah terbentuk, prinsip bermain sudah paham. Nanti pelatih gampang mau menggunakan taktik apa saja," katanya.

Halaman
123


Penulis: Haris Chaebar
Editor: Archieva Prisyta
BERITA TERKAIT

Berita Populer