China dan India Saling Lepaskan Tembakan di Perbatasan, Pertama Kalinya sejak 1975

Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sebuah jet tempur India lepas landas dari pangkalan udara di Leh, ibu kota bersama wilayah federal Ladakh yang berbatasan dengan China, pada 9 September 2020.

 "Penyebab dan fakta ketegangan di perbatasan China-India sudah jelas, dan tanggung jawab sepenuhnya berada di pihak India. China tidak bisa kehilangan satu inci pun wilayahnya," kata China dalam penyataan mereka, dikutip dari NDTV.

China juga mengatakan angkatan bersenjatanya mampu, percaya diri, dan bertekad menjaga kedaulatan nasional dan integritas wilayah.

Perdana Menteri India, Narendra Modi, berjalan bersama komandan militer setelah dirinya sampai di Leh, Ladakh (3/7/2020). (HANDOUT / PIB / AFP)

Selain itu, China meminta India untuk "bersungguh-sungguh menerapkan kesepakatan penting yang dicapai oleh Presiden Xi Jinping dan Perdana Menteri Narendra Modi dan mendesak untuk menyelesaikan masalah ini melalui pembicaraan dan perundingan".

Kementerian Pertahanan India menganggapinya dan berkata bahwa India juga "bertekad melindungi kedaulatan dan integritas wilayahnya", kendati demikian, mendesak China untuk tidak meningkatkan eskalasi dan mengatakan pihaknya ingin China bekerja sama dengan India..."

Selain itu, kementerian tersebut mengatakan kedua belah pihak harus meneruskan diskusinya, termasuk melalui jalur diplomasi dan militer, agar bisa mengembalikan perdamaian dan ketenteraman di sepanjang garis perbatasan.

Baca: Pascabertemu India di Moskow, China Nyatakan Tak Bisa Kehilangan Satu Inci pun Wilayahnya

Pernyataan kedua belah pihak itu muncul setelah pertemuan tingkat tinggi antara India dan China digelar di Moskow, Jumat (4/9/2020).

Ini adalah pertemuan politik secara tatap muka yang tertinggi sejak situasi di perbatasan memanas pada Mei lalu.

Sebelum bertemu dengan Menteri Pertahanan China Wei Fenghe, Menteri Pertahanan India Rajnath Singh mengatakan perdamaian dan keamanan memerlukan iklim kepercayaan, nonagresi, dan penghormatan terhadap aturan internasional.

(Tribunnewswiki/Tyo)



Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer