Disebut Tak Pantas Jadi Menag, Begini Jawaban Fachrul Razi saat Ditanya soal 'Radikal-Good Looking'

Penulis: Restu Wahyuning Asih
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Menteri Agama Fachrul Razi saat membacakan hasil sidang isbat penentuan Idul Fitri 2020 melalui live streaming YouTube Kementerian Agama, Jumat (22/5/2020).

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Dianggap tak pantas jadi Menteri Agama setelah katakan 'Good Looking potensi membawa radikalisme', Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi beri tanggapan.

Pernyataan Fachrul Razi tersebut ternyata dibicarakan dalam rapat kerja Komisi VIII DPR RI dengan Menteri Agama Fachrul Razi pada Selasa (8/9/2020).

Rapat dimulai sekitar pukul 10.15 WIB dan dipimpin Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto.

Dalam rapat tersebut, Yandri pun meminta Menag untuk memberi klarifikasi soal pernyataan radikalisme masuk ke masjid-masjid melalui anak muda yang menguasai bahasa Arab dan good looking.

Selain itu, Yandri pun meminta Menag untuk tak menimbulkan kontroversi lagi dikemudian hari.

"Komisi VIII DPR juga menyayangkan pernyataan pak menteri yang sering menimbulkan kontroversi di publik, tidak substansif dan produktif dan menimbulkan kegaduhan," kata Yandri di Ruang Rapat Komisi VIII DPR, Senayan, Jakarta.

"Mulai pernyataan pelarangan cadar celana cingkrang dan terbaru ucapan pak Menteri Agama bahwa institusi pemerintah memiliki banyak peluang utnuk disusupi paham radikal, diawali dengan mengirimkan anak good looking untuk mendapatkan simpati seperti seorang anak yang menguasai bahasa arab dan hafal al-Quran," lanjutnya.

Yandri mengakui banyak ulama dan pondok pesantren yang bertanya kepada dirinya soal pernyataan Menag itu.

Baca: Menteri Agama Sebut Radikalisme Datang Lewat Anak Good Looking, Begini Klarifikasi Kemenag

Baca: Warganet Heboh Mata Pelajaran PAI dan Bahasa Arab di Madrasah Dihapus, Ini Penjelasan Kemenag

Politikus PAN itu menegaskan rapat kerja hari ini Menag harus meluruskan soal radikalisme-good looking.

"Sungguh hal ini merupakan pernyataan dan sikap yang tidak arif. Kami minta hal-hal ini tidak perlu diulangi lagi pak. Maka dalam raker ini penting kita klarifukasi secara menyeluruh," ujar Yandri.

Kritik serupa juga dilontarkan Anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi PAN Ali Taher.

Ali bahkan meragukan keislaman Menteri Agama Fachrul Razi usai berbicara terkait agen radikalisme good looking.

"Saya membaca itu, air mata saya keluar, kemudian saya teringat Menteri Agama. Kok tega menyatakan bapak ustaz dan guru ngaji itu adalah bibit-bibit radikalisme," ujar Ali dengan suara lirih.

"Sampai saya bertanya, Pak Menteri Agama Islam atau bukan. Saya mohon maaf perasaan suudzon terhadap seseorang tidak boleh sebenarnya, tapi perasan tak enak," imbuhnya sambil meninggikan nada bicara.

Ali mengaku hatinya hancur mendengar pernyataan Fachrul tentang agen radikalisme good looking.

Ali pun meminta Fachrul berhenti berkata radikalisme. Sebab, menurutnya, Islam itu penuh kasih sayang.

"Dengan demikian, menurut pandangan saya, Pak Menteri Agama, sekali lagi saya mengajak berhenti berkata radikalisme. Berhenti berkata radikalisme. Islam yang kita pahami Islam yang rahmatan lil alamin," tegasnya.

Dalam rapat itu, Ali tampak emosional. Ia juga terdengar menangis saat menyarankan Fachrul untuk tak lagi bicara radikalisme.

"Apalagi saat terakhir, Pak Menteri, mohon maaf, ini kedua kali bicara radikalisme. Pak Menteri Agama gagal paham mengenai fungsi-fungsi agama dan fungsi pendidikan di Kemenag Republik kita yang tercinta ini," kata Ali.

Tak cocok jadi Menteri Agama

Halaman
12


Penulis: Restu Wahyuning Asih
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi

Berita Populer