Rapat Paripurna Dinilai Settingan, Politisi PSI: Baru Kali ini Anggota Dewan Gak Diberi Microphone

Penulis: Restu Wahyuning Asih
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Suasana rapat paripurna dengan Gubernur DKI Jakarta, tampak tak ada pengeras suara yang disediakan bagi anggota DPRD DKI, Senin (7/9/2020).

Peristiwa ini bermula dari interupsi yang disampaikan Ketua Fraksi Golkar Basri Baco yang menyampaikan keberatan dengan laporan Anies soal APBD 2019 ini.

"Melihat eksekutif belum punya niat membantu dewan, Golkar menolak P2APBD 2019. Golkar WO," kata Basri Baco.

Hal ini pun diamini oleh Sekretaris Fraksi PAN Oman Rahman Rakinda yang menyampaikan kekecewannya dengan rapat paripurna ini.

"Kami Fraksi PAN kecewa dengan forum ini, tidak boleh ada setting forum seperti ini. Untuk itu izinkan kami Fraksi PAN untuk meninggalkan ruangan ini," ujarnya.

Selanjutnya, giliran Sekretaris Fraksi PSI DPRD DKI Anthony Winza yang juga menyampaikan kekecewannya terhadap laporan P2APBD tahun anggaran 2019 ini.

Ia menyebut, Fraksi PSI dengan tegas menolak P2APBD yang disampaikan Anies Baswedan ini.

"PSI juga menolak pertanggungjawaban APBD 2019 ini," tuturnya.

(TribunnewsWiki.com/Restu, TribunJakarta.com/Dionsius Arya Bima Suci)

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Tak Disediakan Microphone saat Rapat Paripurna Bareng Anies, Politisi PSI: Apakah Ini Settingan?



Penulis: Restu Wahyuning Asih
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
BERITA TERKAIT

Berita Populer