Selama pemulihan, tanpa sadar Xing menonjoki sisi besi dari mimbarnya, meninggalkan bekas yang dalam untuk tangannya.
Setelah pulih, Xing bertemu Bone kembali, tetapi tak bisa menjelaskan perasaan anehnya Xing.
Xing dan Bone meratapi kegagalannya di jalanan, dan Xing curhat soal masa kecilnya.
Dia menghabiskan uang tabungannya yang sangat sedikit untuk membeli buku panduan jurus "Tapak Buddha" dari seorang pengemis dengan tujuan "menjaga kedamaian dunia".
Ia berlatih secara otodidak, tetapi ketika ia harus membela seorang gadis bisu yang sedang dikerumuni oleh pengganggu yang berusaha mencuri lolipopnya, ia dikalahkan, bahkan dikencingi.
Xing menyimpulkan kalau orang baik tak pernah menang, dan memutuskan untuk menjadi seorang kriminal. Setelah curhat, mereka mencuri es krim dari seorang pedagang jalanan, tertawa secara gila saat mereka kabur pakai trem.
Marah karena kekalahan geng kapaknya, Kakak Sum menyewa sepasang pemain kecapi, yang merupakan pembunuh profesional yang memakai kecapi yang ada sihirnya.
Baca: FILM - The Hunters Prayer (2017)
Mereka menyerang rusun di malam hari ketika Coolie, Penjahit, dan Donat bersiap berangkat karena bertempur dengan geng kapak.
Trio itu kewalahan dan menggerakkan hati Tuan dan Ibu Juragan, yang ternyata ahli kungfu dengan keahlian yang lebih tinggi: jurus Auman Xinga.
Meskipun geng kapak dan para pembunuh kabur, tetapi trio itu menderita cedera fatal: Coolie menjadi cacat, si Penjahit mati karena luka tusuk, dan Donat mati karena trauma.
Tuan dan Ibu Juragan pun mengevakuasi apartemen untuk keamanan penghuninya.
Tanpa kemajuan berarti, Xing menjambret si pedagang es krim, hanya untuk menyadari kalau si pedagang es krim itu adalah gadis bisu yang merupakan teman masa kecilnya.
Si gadis bisu menawarkan permen yang dulu pernah ia coba berikan sebagai tanda terima kasih, tetapi Xing menolaknya, bahkan dilempar ke tembok dan kabur.
Setelah dia dan Bone berpisah, Xing dijemput Geng kapak. Sum menyuruh Xing untuk pergi ke rumah sakit jiwa untuk membebaskan Beast, yang konon katanya adalah pembunuh top dunia.
Xing membebaskan Beast dan membawanya ke kantor Sum.
Si "pembunuh top dunia" membuat bingung orang-orang karena sikapnya yang sembarangan dan penampilannya yang acak-acakan - tetapi setelah Beast membuktikan dirinya dengan menghentikan peluru yang ditembakkan ke arahnya, para gengster langsung menunduk hormat.
Beast pergi dan menghadapi Bapak dan Ibu Juragan di rumah judi, yang menunggu untuk membunuh Sum dan orang-orangnya.
Bapak dan Ibu Juragan berkelahi dengan Beast, sambil menghancurkan rumah judi, sampai mereka bertiga berhenti karena terkunci.
Xing langsung masuk, dan dengan mengabaikan perintah Sum untuk membunuh Bapak dan Ibu Juragan, malah memukul Beast dengan kaki meja.
Karena marah, Beast membebaskan diri dan meninju Xing. Sebelum bisa memberikan sebuah pukulan maut, Bapak dan Ibu Juragan mengambil tubuh Xing yang sedang tak sadarkan diri dan membawanya kabur.