Tentara Lebanon Temukan 4,35 Ton Amonium Nitrat di Dekat Pelabuhan Beirut, Sedang Ditangani

Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: haerahr
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sebuah helikopter memadamkan api di lokasi ledakan di pelabuhan Ibu Kota Lebanon, Beirut, pada 4 Agustus 2020. Tentara Lebanon menemukan 4,35 ton amonium nitrat di dekat pelabuhan Beirut pada Kamis, (3/9/2020).

Sumber lain yang dekat dengan seorang petugas pelabuhan mengatakan, tim penyelidik juga telah mengeluarkan peringatan akan bahaya dari bahan tersebut enam bulan yang lalu.

Pemadam kebakaran Lebanon memadamkan api di lokasi ledakan di pelabuhan di ibukota Beirut pada 4 Agustus 2020. (STR / AFP)

"Jika amonium tak dipindahkan, itu akan meledakkan seluruh Kota Beirut," kata sumber tersebut, mengutip keterangan tim penyelidik.

Direktur Jenderal Bea Cukai Lebanon Badri Daher mengatakan, pihaknya telah mengirim enam dokumen ke peradilan memperingatkan bahwa bahan-bahan tersebut sangat berbahaya.

Menurut dua dokumen yang didapatkan Reuters, Selasa (6/8/2020), Bea Cukai telah meminta pengadilan pada 2016 dan 2017 agar Otoritas Kemaritiman mengekspor kembali barang tersebut.

Bea cukai juga setuju untuk menjual amonium nitrat yang berasal dari kapal kargo Rhosus demi memastikan keamanan pelabuhan.

"Kami meminta untuk mengekspor kembali barang itu, tapi tak kunjung dilakukan," kata Daher. Permintaan serupa juga terlihat pada dokumen lain pada 2014 dan 2015.

Kapal kargo yang memuat amonium nitrat diketahui tiba di Lebanon pada September 2013 silam.

Baca: Presiden Lebanon Selidiki Dugaan Keterlibatan Eksternal, Siapa Aktor Ledakan di Beirut?

Rhosus, nama kapal itu berdasarkan informasi dari situs pelacakan kapal, Fleetmon, berlayar dari Georgia menuju Mozambik.

Karena mengalami masalah teknis di laut, para pejabat Lebanon mencegah kapal itu berlayar.

Kapal itu pun akhirnya ditinggalkan oleh pemilik dan para awak. 

India Menyita 740 Ton Amonium Nitrat

Otoritas bea cukai India menyita kontainer yang berisi 740 ton amonium nitrat, bahan kimia yang menyebabkan ledakan mengerikan di Beirut, Lebanon.

Pihak bea cukai di Chennai, sebuah kota pelabuhan di India selatan, mengatakan amonium nitrat tersebut kini disimpan di lokasi berjarak sekitar 20 kilometer dari kota itu.

"Muatan yang disita telah disimpan dengan aman dan keamanan muatan itu dan masyarakat dijamin, mengingat sifat berbahaya muatan itu," kata pihak bea cukai, dikutip dari Reuters.

Mereka mengatakan tidak ada area permukiman dalam jarak 2 kilometer dari stasiun pengangkutan tempat muatan itu disimpan.

Amonium nitrat digunakan untuk membuat pupuk dan bahan peledak, umumnya digunakan oleh industri pertambangan.

Bahan kimia itu diimpor pada tahun 2015 oleh Amman Chemical, sebuah perusahaan yang bermarkas di negara bagian Tamil Nadu.

Seorang pejabat bea cukai mengatakan amonium nitrat itu disita pada saat kedatangannya karena diduga melanggar aturan impor.

(Tribunnewswiki/Tyo/Ris)



Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: haerahr
BERITA TERKAIT

Berita Populer