Oleh sebab itu, penting untuk memastikan penyebab masuk angin yang dialami.
5. Demam berdarah dengue (DBD)
DBD maupun malaria juga termasuk penyakit infeksi yang sering terjadi di negara tropis, seperti Indonesia.
Keduanya sama-sama ditularkan lewat gigitan nyamuk.
Sayangnya, DBD dan malaria rentan dianggap pula sebagai masuk angin sehingga penanganannya bisa jadi terlambat.
DBD dan malaria antara lain bisa menyebabkan gejala demam, nyeri sendi, pegal-pegal, menggigil, dan lemas yang juga dicirikan sebagai gejala masuk angin.
Padahal, tidak ditangani secara tepat, penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi serius hingga kematian.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "5 Penyakit yang Sering Dianggap Masuk Angin Padahal Bisa Berbahaya"