Dua tahun lalu, Sidoel yang mengaku memiliki kakek dari Wonosobo ini juga menyatakan hal serupa ketika melakukan wawancara dengan Goal.
"Saya lahir di Belanda. Ibu saya berasal dari Suriname dan ayah saya adalah orang Jawa."
"Kakek buyut saya dari kabupaten Wonosobo di Jawa Tengah , kami masih memiliki keluarga di sana," ujar Sidoel.
"Jika PSSI ingin mengundang saya membela timnas, maka saya akan senang untuk berbicara dengan mereka soal peliang tersebut dan mempertimbangkan bermain untuk timnas Indonesia," imbuhnya.
Sidoel mengawali karier di tim muda kota kelahirannya, Ado Den Haag sejak musim 2012-2013.
Baca: 2 Pemain Timnas Indonesia U-19 Dicoret Akibat Tak Disiplin, PSSI Dukung Keputusan Shin Tae-yong
Baca: Keras dan Disiplin, Shin Tae-yong Terapkan Latihan 3 Kali Sehari untuk Skuat Timnas Indonesia U-19
Semusim kemudian ia bergabung dengan akademi De Toekoemst, milik klub legendaris Belanda, Ajax Amsterdam.
Sidoel pun masuk Ajax U-17 hingga 5 tahun kemudian menembus sejumlah level dari U-19 hingga U-21.
Pada Juli 2018, klub asal Inggris, Reading membelinya dan mengontrak sang pemain dengan durasi 3 tahun. Meski tanpa bermain satu kali pun di tim senior Ajax Amsterdam,
Ia lalu masa peminjaman ke Belgia, KSV Roesleare selama satu musim sebelum akhirnya dibeli oleh Klub Bulgaria, Arda Kardzhali.
Kemudian pada pertengahan 2020 ini, Sidoel bergabung dengan klub asal Spanyol, Cordoba CF.
Sebagian artikel tayang di Bolasport.com berjudul Bek Berdarah Wonosobo yang Kini Bermain di Liga Spanyol Yakin Dapat Panggilan Timnas Indonesia Dalam Waktu Dekat