Juan Martinez adalah salah satu mantan mekanik MotoGP yang paling berpengalaman dan pernah menangani Sete Gibernau dan Nicky Hayden.
Dikutip dari GPOne, dia saat ini melakoni peran sebagai komentator di DAZN Spanyol.
Yamaha sangat menderita di Red Bull Ring dan bahkan salah satu pembalap utamanya, Maverick Vinales, mengalami rem blong di seri kedua.
"Itu benar, dari luar terlihat aneh karena ada banyak masalah yang terjadi di tim seperti Yamaha. Itu adalah detail atau masalah kecil. Namun, itu adalah indikasi adanya banyak kekacauan di dalamnya," kata Martinez, dikutip dari GPOne.
Baca: Maverick Vinales Jelaskan Soal Insiden Rem Motor Meledak dan Blong di MotoGP Styria
Mekanik itu memfokuskan pada kerusakan rem yang aneh yang diderita Maverick Vinales.
"Kita tidak tahu apakah rem itu mengalami proses oksidasi karena suhu."
"Tampaknya para mekanik telah mendeteksinya setelah balapan pertama (dan untuk alasan ini mereka menyarankan sistem baru kepada Maverick."
"Namun, tampaknya tak ada sirkuit lain yang bisa menguji rem itu. Misano tidak, Barcelona mungkin, tetapi tak sebanyak di Red Bull Ring."
Juan Martinez juga tidak yakin masalah mesin, yang muncul pada seri-seri awal musim, telah benar-benar teratasi.
Baca: Yamaha Kalah dari Suzuki di Dua Balapan Terakhir, Valentino Rossi Jelaskan Penyebabnya
"Dengan jumlah mesin mereka yang tidak mencukupi, saya tidak akan terkejut jika dalam beberapa balapan [mereka] akan memulainya dari pit lane. Mereka mungkin bisa menggunakan mesin paling berisiko hanya untuk tes."
Pembalap Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales, mengalami insiden rem motor blong pada MotoGP Styria 2020, Minggu (23/8/2020).
Pada MotoGP Styria, Maverick Vinales memulai balapan dari posisi keenam.
Namun, pada lap awal, Maverick Vinales disalip pembalap Ducati, Andrea Dovizioso, dan kemudian melorot di posisi ke-10 pada lap ke-10.
Saat itu, Maverick Vinales mulai kehilangan tekanan remnya.
Baca: Sebut Johann Zarco Setengah Pembunuh di MotoGP Austria, Franco Morbidelli Kini Minta Maaf
Masalah itu tampak teratasi dengan sendirinya sebelum kembali memburuk.
Pembalap Spanyol itu mengangkat tangan pada lap ke-13 untuk memberi tahu bahwa ada masalah.
Pada lap ke-17 saat akan memasuki Tikungan 1, rem depannya "meledak".
Dia memilih opsi "paling aman", yakni melompat dari motor YZR-M1.