Kerja Sama Vaksin Covid-19 Antara China dan Kanada Berakhir, Bukan karena Hubungan Sedang Memanas

Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: haerahr
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Menteri Luar Negeri Kanada, Francois-Philippe Champagne, selama pertemuan dengan Presiden Latvia di Riga, 3 Maret 2020. Champagne pada Kamis, (27/8/2020), mengatakan berakhirnya kesepakatan Kanada dengan perusahaan China, CanSino, mengenai vaksin Covid-19 tidak perlu dikaitkan dengan hubungan kedua negara itu yang sedang memanas.

Kasus infeksi di Jerman meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Baca: Siap-Siap, 50 Juta Dosis Vaksin Covid-19 China Siap Masuk Indonesia Sampai Maret 2021

Tenaga medis (kanan) mengambil sampel darah Profesor Francois Venter (kiri) sebelum pria itu menerima vaksin Covid-19 eksperimental di Unit Penelitian Patogen Meningeal dan Pernapasan (RMPRU) di RS Chris Hani Baragwanath Hospital, Soweto, Afrika Selatan, Selasa (14/7/2020). (LUCA SOLA / AFP)

Data dari Robert Koch Institute pada Rabu, (19/8/2020), menunjukkan ada kasus baru sebanyak 1.510 dan total kasus mencapai 226.914.

Institute itu mengatakan 39 persen dari kasus tersebut mungkin adalah kasus impor.

Infeksi dalam beberapa pekan ini kemungkinan berasal dari Kosovo, Turki, dan Kroasia

Beberapa perusahaan, termasuk Moderna, AstraZeneca, dan Pfizer Inc, mengatakan mereka masng-masing berharap dapat membuat lebih dari semilyar dosis vaksin tahun depan.

Perusahaan bioteknologi Jerman, CureVac, brharap bisa menjual vaksin pada pertengahan tahun 2021.

Baca: Segini Harga Vaksin Covid-19 Milik Perusahaan Sinopharm China, Pimpinan Tekan Harga Agar Tak Mahal

(Tribunneswiki/Tyo)



Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: haerahr
BERITA TERKAIT

Berita Populer