Valentino Rossi Sebut Dirinya 'Tak Jauh' dari Fabio Quartararo, Apa Maksudnya?

Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pembalap Monster Energy, Valentino Rossi, mengerem sebelum memasuki tikungan pada sesi latihan bebas pertama, (21/8/2020), MotoGP Styria.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Valentino Rossi menjadi pembalap terbaik Yamaha pada dua seri di Sirkuit Red Bull Ring, yakni MotoGP Austria dan Styria.

Saat ini Valentino Rossi berada di peringkat ketujuh klasemen MotoGP 2020.

Meski berada di peringkat ketujuh, Valentino Rossi hanya berjarak 25 poin dari pemuncak klasemen, pembalap Petronas Yamaha SRT Fabio Quartararo.

Dilansir dari Corsedimoto, Rossi pada ronde kedua di Red Bull Ring hanya finis di posisi ke-9.

Hal ini lebih buruk dari ronde pertama ketika dia finis di posisi kelima.

Temperatur aspal yang lebih dingin 10 derajat celsius tidak membantu motor Yamaha YZR-M1.

Namun, dia kembali menjadi pembalap Yamaha terbaik setelah melewati garis finis.

Baca: Maverick Vinales Jelaskan Soal Insiden Rem Motor Meledak dan Blong di MotoGP Styria

Valentino Rossi (paling depan) pada sesi latihan bebas MotoGP Andalusia, 24 Juli 2020 (AVIER SORIANO / AFP)

Rossi dianggap mampu menutupi kelemahan M1 dengan segudang pengalamannya.

Meski demikian, di trek tertentu M1 memperlihatkan semua kekurangannya.

Masalah Yamaha

Yamaha memiliki beberapa masalah, yang terbaru adalah sistem pengereman.

Masalah lama Yamaha, kurangnya top speed, juga terlihat dan tidak menyulitkan pembalapnya menyalip.

Sebaliknya, keunggulan di tikungan yang dari dulu menjadi keunggulan Yamaha, kini mulai dimiliki pabrikan lainnya.

Performa Yamaha di Jerez terlihat gemilang, sayangnya mulai Brno ke depan, Yamaha seakan kembali mengulangi musim 2019.

Baca: Tak Hanya Menang dan Dihadiahi Mobil BMW, Miguel Oliveira Juga Hentikan Rentetan Kemenangan Ducati

"Aku adalah pembalap Yamaha terbaik, tetapi di posisi kesembilan," kata Rossi merujuk pada MotoGP Styria pekan lalu.

"Masalahnya kurang lebih sama seperti musim lalu, tetapi di Jerez kami memborong semua podium.

"Aku pikir di sirkuit berikutnya kami akan bisa lebih kompetitif, juga karena terus seperti ini akan menyusahkan.

Teka-teki mengenai rem

Pengereman menjadi masalah Yamaha, tetapi jelas penyebabnya.

Halaman
123


Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi

Berita Populer