Neymar Berlinang Air Mata Setelah Gagal Bawa Paris Saint-Germain Juara Liga Champions 2019-20

Penulis: Haris Chaebar
Editor: Melia Istighfaroh
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Neymar, menangis setelah gagal membawa Paris Saint-Germain (PSG) juara Liga Champions 2019-20.

PSG terlihat memiliki ambisi yang sangat menggebu untuk bersanding dengan jajaran klub papan atas dunia semacam Real Madrid, Barcelona atau Manchester United.

Baca: Awal Mula Konflik Antara Lionel Messi dan Manajemen Barcelona Ternyata Dipicu Persoalan Neymar

Baca: Antisipasi Lionel Messi Hengkang, Barcelona Incar Neymar dan Penyerang Inter Milan

Akhirnya, PSG mulai menapak jalan terang menjadi klub teras besar Eropa yang mapan.

Paris Saint-Germain bermain di final Liga Champions 2019-2020 dan kalah dari Bayern Muenchen dengan skor 0-1.

Meski menyakitkan dan gagal memperoleh juara, PSG mengukir sejarah baru dengan pertama kalinya akan bermain di partai puncak Liga Champions.

Berdiri pada 12 Agustus 1970, PSG membutuhkan waktu selama setengah abad atau 50 tahun untuk mencicipi final pertamanya di kompetisi paling elite antarklub Eropa tersebut.

Neymar dan Kylian Mbappe, pemain bintang di Paris Saint-Germain. (AFP/Frank Fife)

Agar bisa melangkah ke final Liga Champions musim ini, PSG harus melalui sebanyak 110 pertandingan.

Sebelumnya, pencapaian terbaik Les Parisiens adalah mencapai semifinal pada musim 1994-1995.

Misi PSG memang belum dituntaskan.

Rasa penasaran terhadap gelar juara Liga Champions masih akan membuat PSG gencar untuk membangun tim mereka. 

(Tribunnewswiki.com/Ris)



Penulis: Haris Chaebar
Editor: Melia Istighfaroh
BERITA TERKAIT

Berita Populer