Seperti bengkak di bekas penyuntikan hingga peningkatan suhu tubuh skala ringan, sedang dan berat mencapai lebih dari 39 derajat celcius tersebut tidak dirasakannya.
"Efek samping itu Alhamdulillah enggak ada juga setelah 24 jam," ujar Fadly, yang sehari-hari bekerja sebagai driver ojek online (Ojol) di Kota Bandung itu.
Meski demikian, ada satu hal yang ia rasakan setellah disuntik yakni ia merasakan kantuk yang hebat.
Ia tidak tahu kantuk itu efek vaksin atau bukan.
"Cuma sorenya, kemarin, lima jam setelah penyuntikan, saya merasa ngantuk sekali, ngantuknya enggak biasa. Saya tidurin, pulas. Bangun-bangun tadi pagi dibangunin istri. Enggak tahu apakah efek samping atau bukan," ucap dia.
Baca: Institut Jerman Paul Ehrlich Sebut Vaksinasi Virus Corona Bisa Dimulai Awal 2021
Ia mengaku merasa lebih segar dan sudah kembali menjalani aktivitas seperti biasa.
"Sekarang sudah biasa bekerja, kembali beraktivitas seperti biasa," ucap Fadly.
Fadly yang seorang driver ojol ini, istrinya juga turut daftar jadi relawan ujicoba vaksin.
Namun, istrinya belum mendapat panggilan untuk disuntik.
Papua Nugini melarang kedatangan pekerja pertambangan dari China yang telah diberi vaksin eksperimental Covid-19.
Mereka adalah pekerja tambang perusahaan Ramu Nickel milik China yang beropersi di Provinsi Madang, Papua Nugini.
Dilansir dari The Guardian, (21/8/2020), sejumlah pekerja itu rencananya didatangkan dari China menggunakan sebuah pesawat.
Namun, penerbangan itu dibatalkan oleh David Manning, komisioner polisi dan pengendali pandemi.
Dia khawatir karena mereka telah diberi vaksin uji coba yang belum disetujui.
Pemilik Ramu NiCo melaporkan kepada Departemen Kesehatan Papua Nugini bahwa 48 pekerjanya telah divaksinasi dengan vaksin Covid-19 pada 10 Agustus lalu.
Perusahaan itu mengatakan para pekerjanya mungkin postif Covid-19 jika dites pada saat kedatangan mereka di Papua Nugini karena antibodi yang dihasilkan dalam merespons vaksin.
Manning mengatakan negaranya belum diberi informasi mengenai uju coba itu, dan melarang penerbangan itu memasuki Papua Nugini.
"Mengingat kurangnya informasi mengenai uji coba itu dan risiko atau ancaman yang mungkin ditimbulkan kepada rakyat kami jika mereka datang ke negara kami, saya kemarin membatalkan penerbangan untuk memastikan bahwa kami terus bertindak demi kepentingan terbaik rakyat dan negara kami," kata Manning, dikutip dari The Guardian.
"Sampai pemerintah China melalui kedutaan China di Port Moresby memberikan informasi itu, saya akan dibimbing oleh pakar kesehatan dan kedokteran kami di sini tentang apa langkah yang cocok diambil saat mempertimbangkan permohonan dari warga negara China, yang telah diberi vaksin percobaan, memasuki negara ini," katanya menambahkan.