Selain Mata-mata di Klub, Teror Surat Berisikan Peluru buat Antonio Conte Tak Betah di Inter Milan

Penulis: Haris Chaebar
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pelatih Inter Milan, Antonio Conte.

Pihak kepolisian langsung memberikan perlidungan terhadap Conte untuk melindungi keluarganya di luar rumah dan tempat pelatihan Inter Milan.

Meski begitu, melansir Football Italia, istri dari Antonio Conte, Elisabetta Muscarello, menyangkal isu surat berisikan peluru ini melalui laman Facebooknya.

"Kondisi kami di Italia sedang buruk, ketika orang bisa bangun, menulis apapun yang mereka mau tanpa memikirkan konsekuensinya," tulisnya.

Menurut beberapa pihak, ada yang meyakini bahwa surat ancaman tersebut belum benar-benar sampai ke rumah Conte, melainkan kemudian disimpan di markas Inter Milan, agar Conte dan keluarga merasa lebih aman.

Di balik kegerahan Conte dengan manajemen Inter Milan

Musim 2019-20 ini, Inter Milan di bawah asuhan Antonio Conte finis dengan poin 82, hanya berjarak satu di bawah sang kampiun, Juventus.

Pencapaian 82 poin bahkan sama dengan yang diraih tim treble-winners Inter Milan pada musim 2009-10.

Kala itu, Inter Milan yang diasuh Jose Mourihno menjuarai Liga Italia Serie A dengan koleksi 82 poin.

Pencapaian Inter Milan sangat baik pada musim 2019-20 dan dengan hal ini banyak pihak menjagokan klub berjuluk Nerazzuri itu akan serius menantang Juventus dalam perburuan scudetto musim depan.

Namun, di balik pencapaian tersebut, pelatih Inter, Antonio Conte, mengungkapkan prestasinya dan para pemain tak diberi apresiasi oleh media.

Antonio Conte menilai dirinya dan timnya selalu menjadi sasaran panah tembak para media lewat kritikan dan hujatan pedas yang menyerangnya.

Baca: Sukses Raih Poin Tertinggi Sejak 2009-10, Antonio Conte dan Manajemen Inter Milan Justru Berselisih

Baca: Gagal Juara Liga Spanyol dan Dikritik oleh Messi, Pelatih Barcelona Terancam Dipecat Akhir Musim Ini

Selain menyayangkan sikap media yang sangat "keras" terhadap dirinya dan timnya, ternyata Conte juga menyerang manajemen Inter Milan sendiri.

Conte mengindikasikan, dirinya ingin agar klub pasang badan dari serangan-serangan atau kritikan media yang ia anggap terlalu vulgar untuk Inter Milan.

Dia merasa, manajemen tak pernah memberi proteksi memadai bagi dia dan timnya terkait kritikan dan "celaan" dari media-media Italia.

Antonio Conte beberapa waktu lalu menyebut manajemen Inter Milan tidak cukup menghargai upayanya dan para pemain, juga tidak cukup melindungi tim dari kritik dan "celaan" publik dan media.

"Saya bisa menjadi sasaran tembak di tahun pertama, tetapi kalau Anda tidak belajar dan terus melakukan kesalahan yang sama, itu gila," kata Conte seperti dikutip dari Calciomercato.

Media-media di negeri Pizza saat ini mencoba mencari tahu apa yang menjadi alasan kemarahan mantan pelatih Chelsea ini. Meski demikian ucapan-ucapan Conte setelah "serangan" ke manajemen Inter Milan bisa memberikan sedikit titik terang.

Antonio Conte, dirumorkan tak akur dengan manajemen Inter Milan di penghujung Liga Italia 2019-20. (AFP/Miguel Medina)

"Saya tempo hari melihat wawancara Luciano Spalletti di Inter Milan pada 2017. Kita sekarang di tahun 2020 dan tidak ada yang berubah."

Wawancara Luciano Spalletti yang dimaksud Conte adalah soal keluhan sang pelatih bahwa ada "mata-mata" di ruang ganti Inter Milan yang menyebarkan kabar tertentu.

Spalletti mengklaim ada anggota klub yang secara konstan membocorkan "gosip" informasi yang seharusnya hanya menjadi konsumsi internal.

Halaman
123


Penulis: Haris Chaebar
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
BERITA TERKAIT

Berita Populer