Politisi asal PKB ini menilai, naturalisasi hanya akan menutupi akar permasalahan pembinaan sepak bola tanah air.
Sudah menjadi rahasia umum jika ada yang bermasalah dalam konsolidasi pembinaan sepaka bola di Indonesia.
Mulai dari kurikulum pembinaan yang tak seragam, laju kompetisi yang kerap terhenti, hingga rumor dikuasainya saham klub-klub Liga I di Indonesia oleh individu atau kelompk tertentu.
"Faktor-faktor tersebut membuat pembinaan sepak bola Indonesia kerap kehilangan arah sehingga tidak mampu menghasilkan prestasi yang membanggakan meskipun di leval Asia Tenggara. Tetapi kendala-kendala tersebut harusnya diurai, bukan ditutupi dengan melakukan naturalisasi pemain untuk menghasilkan prestasi instan,” katanya.
Isu naturalisasi besar-besaran pemain ini mencuat setelah sejumlah klub sepak bola ternama di tanah air mendatangkan para pemain dari Brazil.
Saat ini dua klub yakni Persija Jakarta dan Arema Malang telah mendatangkan masing-masing dua pemain dari negeri samba.
Langkah keduanya santer disebut akan segera diikuti oleh Madura United.
Dalam sebuah kesempatan pada Juli 2020, Ketua PSSI Iwan Bule menyatakan jika opsi naturalisasi pemain sangat mungkin dilakukan, hanya saja naturilisasi itu bisa dilakukan melalui level klub.
“Beberapa klub ada yang melakukan naturalisasi. Kalau nantinya bisa dipakai (Timnas Indonesia) kan bagus. Kita bisa bantu percepatan perpindahan kewarganegaraannya," ujar Iwan Bule saat menjadi narasumber webminar di salah
satu media nasional, Jumat (10/7/2020).