Vitamin D Ternyata Bisa Membantu untuk Mengurangi Lemak Perut, Ini Penjelasannya

Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi perut buncit.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Berat badan ideal merupakan idaman semua orang.

Tak sedikit orang yang melakukan olahraga bahkan diet untuk mendapatkan berat badan ideal.

Satu di antara standar berat badan ideal yakni mempunyai perut rata tak berlemak.

Lantas adakah cara yang bisa membantu memperoleh perut rata di samping berolahraga secara rutin?

Apakah seseorang harus mengkonsumsi jenis makanan tertentu untuk mendapatkan perut rata?

Baca: Pria Ini Terhindar dari Maut Karena Perut Buncit, Badannya Terjepit Tak Jadi Jatuh ke Dalam Sumur

Baca: Gigi Hadid Pamerkan Perut Buncitnya ke Publik, Kandungan Pacar Zayn Malik Berusia 8 Bulan

Dikutip Tribunnewswiki dari Kompas.com, biasanya rmengurangi karbohidrat serta lemak dan banyak mengkonsumsi protein menjadi salah satu cara yang dianjurkan.

Namun perlu diketahui, kita juga tak boleh melupakan mikronutrien.

Meskipun hal tersebut hanya diperlukan sedikit namun itu mempunyai peran yang vital.

Sebuah penelitian mengungkapkan, terdapat mikronutrien tertentu yang bisa membantu dalam mengurangi lingkar pinggang seseorang.

Mikronutrien tersebut adalah vitamin D.

Vitamin D adalah nutrisi yang bermanfaat untuk pembentukan tulang dan gigi.

Vitamin D diperlukan oleh tubuh untuk menjaga kesehatan jantung, otak, dan otot.

Baca: Sambut New Normal, 1 Juta Vitamin C Dibagikan oleh PT Bintang Toedjoe ke Seluruh Pelosok Indonesia

Inilah 6 buah yang kaya vitamin dan wajib dikonsumsi setiap hari. (microsoft.com)

Vitamin ini tergolong ke dalam golongan vitamin yang mudah larut di dalam lemak.

Vitamin D terbentuk secara alami ketika kulit terkena sinar matahari langsung.

Bahkan, sebagian besar kebutuhan vitamin D terpenuhi lewat paparan sinar matahari.

Itulah mengapa, Vitamin D disebut juga sebagai ‘vitamin matahari’.

Karena vitamin ini dihasilkan dari proses konversi kolesterol menjadi calcitriol saat kulit terpapar sinar matahari, untuk kemudian calcitriol dihantarkan menuju organ ginjal dan hati hingga terciptalah vitamin D, tepatnya vitamin D3 atau kalsiferol.

Selain dari sinar matahari (UV-B), vitamin D juga terkandung dalam beberapa jenis makanan, seperti jamur, kuning telur, serta ikan.

Vitamin D jenis ini disebut sebagai vitamin D2 atau ergokalsiferol.

Ilustrasi lingkar pinggang (shutterstock)

Sampai saat ini, kita mungkin hanya mengetahui jika vitamin D hanya berperan penting dalam pertumbuhan tualang dan gigi.

Halaman
12


Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Ekarista Rahmawati Putri

Berita Populer