Sosok Izzam Athaya, Aditya Perpatih, dan Ananda Saubaki, Tiga Anak di Uang Peringatan Kemerdekaan RI

Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Archieva Prisyta
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ada gambar sejumlah anak mengenakan pakaian adat di uang peringatan 75 tahun kemerdekaan Republik Indonesia.

Ibu Ananda, Telly Saubaki Saudila, tidak menyangka pemotretan saat itu ternyata digunakan untuk desain uang edisi khusus.

Ananda Saubaki (7) siswi kelas 2 SD Negeri Naikoten 1, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) (Kompas/SIGIRANUS MARUTHO BERE)

"Waktu itu, kami belum tahu tujuan pemotretan itu untuk apa karena katanya rahasia," ujar Telly, Selasa (18/8/2020).

Dia pun bersyukur dan mengaku bangga karena anaknya menjadi bagian dari sejarah HUT ke-75 RI.

Baca: Uang Edisi Khusus Rp 75.000 Hanya Dicetak Sebanyak 75 Juta Lembar, Intip Makna pada Desainnya

"Kami orangtua sangat bangga dan terlalu bersyukur karena anak kami sudah terpilih dan ada fotonya di dalam pecahan uang yang diluncurkan dalam rangka memperingati kemerdekaan Indonesia yang ke-75 kali ini," ujar Telly.

Menurutnya, Ananda yang mengenakan pakaian adat Rote tersebut mewakili Nusa Tenggara Timur.

Telly menyebut, uang itu akan menjadi sejarah dari generasi ke generasi.

Muhammad Izzam Athaya

Kabar miring tertuju pada gambar anak yang disebut-sebut orang China pada uang Rp 75.000.

Namun, dia ternyata adalah Muhammad Izzam Athaya (9), bocah asal Tarakan, Kalimantan Utara.

Izzam kini bersekolah di SDN 041 Tarakan dan meraih rangking 3 di kelasnya.

Muhammad Izzam Athaya, anak dengan busana adat tidung dalam pecahan uang edisi khusus HUT RI 75 (Kompas.com/Ahmad Dzulviqor)

Dalam desain uang kertas tersebut, Izzam mengenakan baju Sina Beranti yang merupakan baju pengantin suku Tidung.

Baca: Satu dari 9 Pakaian Adat di Uang Rp 75.000 Dituding Sebagai Busana Asal China, Berikut Faktanya

"Kita ambil ibrohnya (hikmah) saja, itu kebanggaan bagi keluarga kami karena anak kami masuk dalam bagian sejarah kemerdekaan RI ke-75, itu sebuah kehormatan bagi kami, jadi kami tidak ambil pusing dengan isu hoaks itu,"ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Rabu (19/8/2020).

Dia juga bangga karena baju adat kebanggaan masyarakat Kalimantan Utara itu bisa terkenal.

"Sebagai keluarga kita cukup bangga, apalagi anak kami mewakili salah satu suku di Kaltara, kalau masalah menanggapi, saya tidak terlalu sosialita, jadi saya enggak ambil hati tudingan itu," katanya.

Hendra pun tengah mendaftarkan diri sebagai pemesan uang edisi khusus tersebut sebagai kenang-kenangan.

"Tentu akan saya simpan baik baik, mungkin akan saya pajang dan dibuatkan pigura, karena ini adalah kenangan paling berharga, keluarga kami menjadi bagian sejarah kemerdekaan RI -75," katanya haru.

(Tribunnewswiki/Tyo/Pythag Kurniati,Rosyid A Azhar, Sigiranus Marutho Bere, Ahmad Zulfiqor)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Izzam Athaya, Aditya Perpatih dan Ananda Saubaki, Para Bocah yang Wajahnya Muncul di Uang Rp 75.000..."



Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Archieva Prisyta
BERITA TERKAIT

Berita Populer