Motor mereka terlempar dan nyaris menghantam Valentino Rossi dan Maverick Vinales.
Valentino Rossi bahkan mengaku ketakutan dengan kejadian itu dan susah melupakannya.
Pada Senin, (17/8/2020), Franco Morbidelli memberi komentar.
"Segalanya membuatku sedih, aku berjuang agar bisa dari tempat tidurku," kata Morbidelli dikutip dari Corsedimoto.
Baca: Operasi Pergelangan Tangan Johann Zarco Sukses, Bisakah Dia Membalap di MotoGP Styria?
Baca: Franco Morbidelli
"Namun, aku segera bekerja sama dengan fisioterapis kami. Mereka mereka berhasil mengurangi pembengkakan dan sekarang aku merasa baik."
"Aku tak sabar menunggu akhir pekan untuk memulai balapan," tambahnya.
Keputusan akhir mengenai kemungkinan adanya sanksi kepada Johann Zarco akan diumumkan hari ini, Jumat (21/8/2020).
Morbidelli menceritakan peristiwa itu menurut versinya.
"Aku berbicara kepada steward dan mereka memiliki sudut kamera lain pada kejadian itu. Jadi kita bisa melihat kecelakaan itu dari sudut pandang yang yang berbeda."
"Aku harus berkata kecelakaan itu bahkan lebih buruk dari sudut pandang itu. Untungnya, semuanya baik-baik saja."
Baca: MotoGP Styria Digelar Pekan Ini, Pemenangnya Dihadiahi Mobil BMW M4 2021
"Kami melihatnya dari sudut yang berbeda, di mana corner exit dari tikungan 1 terlihat jelas, kemudian corner entry tikungan 2 dan apa yang terjadi di tikungan 2 dan 3 sebagai hasilnya."
Setelah kecelakaan, Morbidelli sempat menyebut Zarco sebagai "setengah pembunuh".
Namun, dia kemudian meminta maaf.
"Aku meminta maaf atas sebutanku kepada Zarco, itu ekspresi yang terlalu keras."
Meski demikian, Morbidelli mengatakan Zarco pada kenyataannya membuat kesalahan dan dapat berakhir buruk.
"Dia dengan jelas memilih lintasan aneh, yang tak pernah digunakan seorang pun selama akhir pekan."
Baca: Pecah Telur, Maverick Vinales Jadi Polesitter Yamaha Pertama di MotoGP Austria sejak 1988
Segera setelah balapan usai, Johann Zarco menemui Valentino Rossi.