“Warga sudah legalah dia pergi. Walaupun enggak tahu ke mana, mungkin ke Padang. Tapi, ya itulah, tak ada yang menyangka ada kasus seperti ini di kampung ini, kolor ijo,” imbuh Ofyar.
Kemudian banyak warga yang datang dan mengaku jika di antara pakaian dalam tersebut milik mereka.
Menurut informasi, ada yang bahkan kehilangan sampai belasan pakaian.
Ofyar mengungkapkan, warga heran dan tidak menerka bahwa pakaian tersebut hilang meski berada di dalam rumah.
Warga akhirnya membakar ribuan celana dalam dan bra tersebut.
Namun, ada juga yang membawanya pulang tapi juga untuk dibakar.
Hal ini karena mereka merasa jijik dan takut.
Baca: Sejumlah Warga Jakarta Galang Donasi untuk Pedagang Gorengan Korban Pencurian Motor
Ofyar mengatakan, mungkin SO punya kelainan seks.
“Kurasa kelainan seks itu ya,” kata Ofyar.
Menurut informasi, SO adalah duda yang baru satu tahun.
Dia bercerai dengan istrinya sejak tahun lalu.
Sejak bercerai dari istrinya, hidup SO jadi tak tentu.
Baca: Pencuri 9 Kerbau di Cilegon Akhirnya Tertangkap, Petugas Keamanan PT KIEC Ternyata Ikut Andil
SO lebih sering terlihat tidak bekerja dan luntang-lantung, meski pernah bekerja tidak lama di kilang padi dan sekam.
Ofyar menjelaskan, jika SO bekerja, hasilnya pun juga tak tampak.
“Kalaupun kerja, ya tidak tampaklah gajinya. Habis begitu saja,” ungkap Ofyar.
SO punya anak tapi anak tersebut ikut ibunya di Medan.
Seorang warga bernama Azwar mengungkap, warga merasa lega sebab misteri hilangnya pakaian dalam akhirnya terbongkar.
“Sudah setahun inilah warga kasak-kusuk kenapa pakaian dalamnya hilang. Bisa dibilang, pakaian dalam punya satu kampung inilah karena jumlahnya ribuan. Kolor ijo-lah ini,” ujar dia.
Azwar mengisahkan,aksi pencurian SO berawal dari warga yang ngaku kehilangan pintu besi.
Lantas menceritakan hal tersebut ke Adik SO, Rabu (12/8) sore.