Ikatan Dokter Anak Indonesia Desak Kemendikbud Pertimbangkan Kembali Aturan Belajar Tatap Muka

Penulis: Nur Afitria Cika Handayani
Editor: Archieva Prisyta
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi new normal di sekolah - Kemendikbud diminta untuk pertimbangkan kembali aturan belajar tatap muka di sekolah di tengah pandemi Covid-19.

Mereka dari:

a. SMA 1 Ketapang

b. SMA 1 Ngabang

c. SMA 1 Pontianak

d. SMPN 1 Pontianak

e. SMAN 2

f. SMAN 3.

Baca: Soal Rencana Belajar Tatap Muka di Sekolah, KPAI: Kebijakan Harus Berbasis Data, Bukan Coba-coba

Baca: Jadwal Pembukaan Sekolah Belajar Tatap Muka SD dan PAUD Zona Hijau, Paling Cepat September 2020

4. Klaster Sekolah Tegal

Siswa SD dari Kec Pangkah, Tegal, tertular dari kakeknya, dan potensial menulari guru dan teman sekelasnya yg sempat mengikuti KBM) tatap muka di sekolah.

5. Klaster Sekolah Cilegon

Setelah seorang siswa SMPN 7 Cilegon positif Covid-19, di masa uji coba KBM tatap muka di 53 sekolah, mulai 3 Agustus 2020.

Mulai 5 Agustus 2020 kebijakan itu dibatalkan Dinas Pendidikan Cilegon.

6. Klaster Sekolah Sumedang

Pelajar (6 th) Kec Situraja dan pelajar (9 th) dari Kec Sumedang Utara tertular pedagang Pasar Situraja, saat perjalanan ke/dari sekolah.

7. Klaster Sekolah Pati

Sebanyak 26 santri Pondok Pesantren di Kajen, Kec Margoyoso, Pati dinyatakan positif Covid-19 dan Ponpes itu harus di-lockdown.

Baca: Kasus Positif Covid-19 Lampaui 100 Ribu, Pemerintah Bakal Buka Sekolah Tatap Muka di Luar Zona Hijau

8. Klaster Sekolah Balikpapan

Dari seorang guru yang positif Covid19 menulari 28 org guru & pegawai sekolah, di 1 SD dan 1 SMP, termsk batita perempuan (2 th), per 6/8. 4 hari kemudian menulari 17 org lagi.

9. Klaster Sekolah Rembang Seorang guru SMKN 1 Gunem di Kec Gunem dinyatakan positif Covid-19 di awal bulan.

Menulari 10 guru lain di sekolah yg sama, per 7/8/2020.

(Tribunnewswiki/Afitria) (Kompas.com/Achmad Nasrudin Yahya)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Kemendikbud Didesak Pertimbangkan Belajar Tatap Muka di Tengah Pandemi



Penulis: Nur Afitria Cika Handayani
Editor: Archieva Prisyta
BERITA TERKAIT

Berita Populer