Seiring perjalanannya, Martin bertemu dengan Ana, dan berbagai pertanyaan tentang Humba dan dirinya sendiri mulai terjawab.
Tayangan Indonesia Pemenang Penghargaan
Tabula Rasa
Tak hanya di kancah Internasional, rasa bangga kita juga patut ditujukan kepada tayangan-tayangan yang meraih banyak penghargaan di negeri sendiri.
Seperti film Tabula Rasa yang memenangkan kategori Pemeran Pendukung Pria Terbaik, Skenario Asli Terbaik, Sutradara Terbaik, dan Pemeran Utama Wanita Terbaik di Festival Film Indonesia 2014.
Tabul Rasa menceritakan sosok Hans, seorang laki-laki muda dari Serui, Papua, yang bermimpi untuk menjadi atlet sepakbola profesional, namun ada saja rintangannya.
Ketika Hans hampir kehilangan harapan, ia bertemu dengan Mak, seorang pemilik restoran yang kemudian mengubah kehidupannya selamanya.
Athirah
Sementara Athirah, memenangkan kategori Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Pemeran Utama Wanita Terbaik, Pengarah Artistik Terbaik, Skenario Adaptasi Terbaik, dan Penata Busana Terbaik di Festival Film Indonesia.
Athirah adalah film yang berlatar belakang tahun 1950-an di Makassar.
Menceritakan seorang ibu muda bernama Athirah yang berubah ketika suaminya menikahi wanita lain.
Hidup dalam masa yang memperbolehkan poligami memaksa Athirah untuk berjuang mempertahankan integritas keluarganya.
Dilan 1990
Cerita dan talenta lokal semakin banyak digemari oleh orang-orang Indonesia, ketika film mendapat jumlah penonton yang banyak selama penayangannya di bioskop lokal.
Seperti Dilan 1990 yang sukses menembus lebih dari enam juta penonton dengan membawa kisah cinta SMA yang menggemaskan.
My Stupid Boss
Selain Dilan 1990, My Stupid Boss juga termasuk film yang laris manis di Indonesia.
My Stupid Boss menceritakan sosok Bossman yang merupakan orang Indonesia namun bekerja di sebuah perusahaan besar namun berantakan di Kuala Lumpur, Malaysia.
Kelaukan dan pemikiran Bossman yang tidak masuk akal, sering kali membuat sekretarisnya, Diana, harus bersusah payah membereskan berbagai ulah konyolnya.