Mesin ketik tidak ada saat itu di dekat pertemuan tokoh-tokoh tersebut.
Kemudian pembantu rumah Maeda bernama Ny. Satsuki Mishima yang ada di situ dan merupakan satu-satunya perempuan saat itu diminta untuk meminjam mesin tik di kantor Militer Jepang.
Ny. Satsuki Mishima juga turut membuatkan nasi goreng kepada Soekarno, Hatta dan Soebardjo yang saat itu akan melaksanakan sahur (karena saat itu bulan puasa).
Mesin ketik pun datang, Sayuti Melik langsung melakukan tugasnya.
Terdapat tiga perubahan yang dalam naskah yang telah dibuat.
Kata pertama adalah 'tempoh' menjadi 'tempo'.
Kata kedua adalah 'wakil-wakil bangsa Indonesia' diganti menjadi 'atas nama bangsa Indonesia'.
Kata ketiga adalah cara penulisan tanggal yang semula 'Djakarta, 17-8-05' menjadi 'Djakarta, hari 17, boelan 8, tahoen 05'.
Setelah perubahan itu, naskah proklamasi kemudian ditandatangani oleh Soekarno dan Mohammad Hatta.
Angka '05' dalam teks proklamasi adalah singkatan angka tahun 2605 yaitu tarikh Sumera yang sama dengan 1945 Masehi (merujuk Prof. Nugroho Notosusanto).
St. Sularto & D. Rini Yunarti, "Konflik Di Balik Proklamasi: BPUPKI, PPKI, dan Kemerdekaan", (Jakarta: Penerbit Buku Kompas, 2010)
--
Tribunnewswiki.com terbuka dengan data dan sumber baru serta usulan perubahan untuk memperkaya informasi.
--