Ikuti Langkah Amerika Serikat, Negara Uni Eropa Mulai Investigasi Data TikTok

Penulis: Haris Chaebar
Editor: Archieva Prisyta
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI - Tiktok tak hanya akan diblokir AS, tetapi juga Prancis, Belanda dan beberapa negara Uni Eropa.

Sementara Mei, pengawas privasi Belanda mengatakan akan menyelidiki TikTok atas penanganan data jutaan pengguna muda.

Suasana Hong Kong di malam hari. Pasca-China terbitkan UU Keamanan Nasional baru, TikTok angkat kaki dari Hong Kong. Namun aplikasi serupa bernama Douyin tetap bertahan di Hong Kong. () (Pixabay, aperturetours.com)

Tiktok Diblokir Amerika Serikat

Perusahaan digital asal China, TikTok mengeluarkan pernyataan merespons langkah pemblokiran aplikasi yang dikeluarkan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Melalui situs resminya, TikTok terkejut dengan kebijakan eksekutif Donald Trump yang melarang aplikasi berbagi video tersebut.

TikTok merasa perlu membawa ini ke pengadilan AS untuk memastikan pihaknya mendapat perlakuan adil.

"Kami akan menempuh jalur yang telah disediakan untuk memastikan tegaknya aturan hukum serta memastikan perusahaan dan pengguna kami diperlakukan dengan adil, - jika bukan oleh administrasi, maka (setidaknya) oleh pengadilan AS," tulis TikTok di situs resminya, Jumat (7/8/2020).

Ilustrasi perseteruan antara Amerika Serikat dan China. (Kompas.com)

Lebih jauh lagi, TikTok mengajak pengguna di AS untuk percaya bahwa aplikasi mereka mengutamakan keselamatan dan kenyamanan.

Kepada lebih dari 100 juta orang Amerika, TikTok mengatakan; "Kami tidak akan pernah goyah dalam komitmen kami kepada Anda. Kami memprioritaskan keselamatan, keamanan, dan kepercayaan komunitas kami - selalu.

"Sebagai pengguna TikTok, kreator, mitra, dan keluarga, Anda memiliki hak untuk mengungkapkan pendapat Anda kepada perwakilan yang Anda pilih, termasuk pejabat Gedung Putih. Anda memiliki hak untuk didengarkan."

Sementara itu, pihak Beijing turut memberikan respons dengan menyebut Amerika Serikat menindas bisnis di luar negaranya.

“AS menggunakan keamanan nasional sebagai alasan dan menggunakan kekuatan negara untuk menindas bisnis non-Amerika. Itu hanya praktik hegemonik, "kata juru bicara kementerian luar negeri Wang Wenbin dalam jumpa pers, dilansir Reuters, Jumat (7/8).

(Tribunnewswiki.com/Ris)

Sebagian artikel tayang di Kontan.co.id berjudul Giliran Prancis mulai menyelidiki keamanan data pribadi pengguna TikTok.



Penulis: Haris Chaebar
Editor: Archieva Prisyta
BERITA TERKAIT

Berita Populer