Asal Usul dan Makna Nasi Tumpeng: Sajian Rutin di Momen Perayaan 17 Agustus atau HUT Kemerdekaan RI

Penulis: Haris Chaebar
Editor: Archieva Prisyta
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Nasi Tumpeng, menu yang rutin hadir di momen 17 Agustus atau peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.

3. Ikan Lele

Tak hanya ayam, sebenarnya nasi tumpeng juga dilengkapi dengan ikan lele. 

Ikan lele menjadi simbol dari ketabahan dan keuletan dalam hidup.

Sebab ikan lele mampu bertahan hidup di air yang tidak mengalir dan di dasar sungai.

Sering dianggap remek karena harganya murah, ikan teri ternyata mampu kurang risiko serangan jantung. (SERAMBI/M ANSHAR/M ANSHAR)

4. Ikan teri

Ikan teri juga biasa disajikan dalam hidangan nasi tumpeng.

Ikan teri dalam nasi tumpeng memiliki makna kebersamaan dan kerukunan, sebab ikan teri selalu hidup bergerombol di dalam laut.

5. Telur

Telur juga menjadi lauk pauk penting dan memiliki makna yang dalam pada nasi tumpeng.

Telur menjadi perlambang jika manusia diciptakan dengan fitrah yang sama.

Telur yang biasa digunakan biasanya telur rebus yang dipindang dan disajikan utuh dengan kulitnya.

Hal ini melambangkan, bahwa semua tindakan harus direncanakan terlebih dahulu (dikupas), dikerjakan sesuai rencana dan dievaluasi untuk mendapatkan hasil yang sempurna.

Baca: Kisah di Balik Pembuatan Naskah Proklamasi 17 Agustus 1945, Soekarno Robek Naskah Berkali-Kali

Baca: Spesial 17 Agustus: Kisah Pilu Pahlawan Pierre Tendean yang Tak Sempat Menikahi Sang Pujaan Hati

6. Sayur Urap

Sayur urap biasanya terdiri dari kangkung, bayam, kacang panjang, taoge, dengan bumbu urap yang terbuat dari sambal parutan kelapa.

Sayuran ini melambangkan banyak makna, kangkung berarti jinangkung yang berarti melindungi.

Bayam dapat diartikan dengan ayem tentrem.

Taoge atau kecambah berarti tumbuh.

Kacang panjang dapat diartikan sebagai pemikiran yang jauh ke depan.

Sedangkan bawang merah berarti mempertimbangan segala sesuatu dengan matang.

Terakhir adalah bumbu urap yang berarti urip atau hidup atau mampu menghidupi (menafkahi) keluarga.

Halaman
123


Penulis: Haris Chaebar
Editor: Archieva Prisyta
BERITA TERKAIT

Berita Populer