Serangan pertama terjadi di Desa Bhayada Malethi, macan tutul itu membunuh seorang anak laki-laki berusia empat tahun pada 29 Mei 2020.
Kemudian, tepat sebulan kemudian, pada 29 Juni 2020, kucing besar itu menganiaya seorang gadis berusia sebelas tahun hingga tewas di Desa Gairbam.
Jarak antara kedua desa hanya 2 km.
Petugas hutan mengidentifikasi kucing besar itu dengan bantuan anjing pelacak.
Macan ditembak mati oleh penembak jitu Joy Hukkil ketika kembali tempat pembunuhan keduanya di Desa Gairbam pada Jumat malam.
Hal itu disampaikan oleh petugas hutan Chamoli Ashutosh Singh kepada The Times of India, Minggu (9/8/2020).
Menurut sumber, ini adalah macan tutul ketiga yang ditembak mati di Uttarakhand sejak Januari 2020.
Sebanyak enam kucing besar telah dinyatakan berbahaya bagi kehidupan manusia di negara bagian tersebut.
Sedangkan operasi penyisiran dilakukan untuk dua macan tutul lagi di Nainital dan Almora yang masing-masing bertanggung jawab membunuh tiga orang.
Baca: Seekor Harimau di Kebun Binatang di New York Positif Terkena Virus Corona
Sumber mengatakan kucing besar di Almora aktif di blok Bhasiyachana.
Bahkan, telah menganiaya tiga orang sampai mati sejak April 2020.
Pihak berwenang telah mengeluarkan 'peringatan merah' kepada penduduk desa.
Penembak dari Bijnor dan Nainital sedang melacak hewan itu.
Di Nainital, petugas kehutanan sudah mendapat izin untuk menangkap atau menembak macan tutul yang menewaskan tiga orang itu.
Rencana penempatan penembak juga dilakukan selain pemasangan kamera jebakan dan patroli intensif di area rawan di kawasan hutan.
Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Lagi Asyik Duduk di Teras Rumah, Seorang Wanita Diterkam Macan Tutul