Jelang Pilres AS 2020, Gedung Putih Sebut China dan Rusia Hendak Melemahkan Capres Trump dan Biden

Dua kandidat capres di Pilpres Amerika Serikat, Joe Biden (Demokrat) dan Donald Trump (Republik).

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat akan dihelat pada November 2020 nanti.

Dua kuda pacu yang akan bertarung yakni petahana Donald Trump dari Partai Republik dan Joe Biden dari Partai Demokrat.

Keduanya akan bersaing sengit demi singgasana Gedung Putih.

Berbagai cara, manuver dan isu menjadi hal penting jelang Pilpres AS 2020.

Isu seperti Covid-19, ekonomi negara yang terguncang hingga rasialisme menjadi topik hangat yang terkait dengan konstelasi Pilpres AS 2020.

Namun, tak hanya faktor-faktor tersebut.

Baca: Beri Tunjangan Rp5,8 Juta Per Minggu bagi Pengangguran, Trump: Itu Bukan Salah Mereka, Salah China

Kandidat presiden dari Partai Demokrat AS Joe Biden berbicara di Wilmington, Delaware, AS, 30 Juni 2020. Joe Biden tidak akan menghadiri konvensi Partai Demokrat untuk menerima pencalonan partai menjadi kandidat pemilihan presiden setelah acara tersebut dikurangi lebih lanjut karena pandemi virus corona.

Keberadaan China yang kini selalu menjadi "kambing hitam" pemerintahan Donald Trump dalam berbagai masalah dinegaranya juga semakin digencarkan oleh sang presiden.

Terbaru, disebutkan Amerika Serikat menyiratkan China dan Rusia hendak ikut campur dalam pilpres di negaranya.

AS menyebut China tak ingin Donald Trump kembali menang, sedangkan Rusia disebut terlibat dalam pelemahan capres dari Demokrat, Joe Biden.

AS menuding peretas atau hacker pemerintah China akan menargetkan infrastruktur pemilihan umum di negeri Paman Sam tersebut menjelang pemilihan Presiden AS pada November 2020 mendatang. 

Baca: Siap Diblokir Donald Trump di Amerika Serikat, Ini Pernyataan TikTok

Selain China, Amerika Serikat juga menduga Rusia tengah mencoba melemahkan kandidat presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden.

Halaman
123


Penulis: Haris Chaebar
Editor: haerahr

Berita Populer