Nyamar Jadi Pedagang Durian di Kandang GAM, Ini Kisah 'Sersan Badri' Pasukan Intelijen TNI AD

Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

FOTO: Ilustrasi Pedagang Durian

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Diketahui hanya beberapa negara yang memiliki pasukan intelijen tempur super rahasia, termasuk Kopassus, yang keberadaannya sulit diungkap.

Bagi pasukan intelijen, kerahasiaan merupakan 'napas utama'.

Berkat informasi intelijen tempur pasukan elite TNI AD ini, banyak operasi yang dilakukan Kopassus berhasil dengan gemilang.

Termasuk penyelesaian pertikaian bersenjata di Aceh beberapa tahun lalu.

Kisah-kisah menarik pasukan elite Indonesia ini memang tak sedikit yang luput dari perhatian publik.

Seperti kemampuan intelijen tempur yang tak diragukan lagi.

Baca: Pangeran Salman bin Saud Dituduh Kirim Pasukan Macan untuk Bunuh Intelijen Arab Saudi

Kantor Badan Intelijen Negara (BIN) (Tribunnews.com)

Kisah intelijen datang dari seseorang yang tidak ingin nama jelasnya disebut.

Ia adalah Sersan Badri (nama samaran), yang merupakan intelijen andalan pasukan elite TNI AD.

Selama setahun Sersan Badri menyamar jadi pedagang durian.

Ia sengaja tinggal di kandang musuh untuk mengetahui informasi.

Penyamaran intelijen Kopassus itu berisiko tinggi, karena apabila ketahuan bisa kehilangan nyawa.

Kala itu Badri mendapat tugas berat, masuk ke wilayah musuh seorang diri.

Baca: Profil 3 Jenderal TNI asal Jambi yang Punya Karier Cemerlang, Pernah Digembleng di Kopassus

FOTO: ILUSTRASI Satuan Kopassus saat parade pasukan dan alat utama sistem pertahanan (alutsista) pada gladi bersih upacara Hari Ulang Tahun ke-72 TNI di Dermaga PT Indah Kiat, Cilegon, Banten, Selasa (3/10/2017).(KOMPAS.com/Kristian Erdianto) (KOMPAS.com/Kristian Erdianto)

Peristiwa ini terjadi pada 2003.

Sersan Badri menceritakan pengalamannya, dikutip dari Tribun Jambi, Sabtu (8/8/2020).

Satu Tahun Penyamaran

Sersan Badri ditugaskan untuk masuk ke lingkaran utama Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada 2003.

Sebelum ditumpas habis, GAM sempat berulah beberapa kali di Aceh.

Basis militer mereka berada di Lhokseumawe.

Baca: 6 Anak Artis Ini Ternyata Sukses Jadi Polisi dan TNI, Bahkan Ada yang Jadi Kopassus hingga US Army

Baret merah dan pisau yang identik dengan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) (kopassus.mil.id)

Sebelum memasuki GAM, selama satu tahun, Sersan Badri memetakan situasi lapangan Aceh terlebih dahulu.

Bukan perkara yang mudah bagi Sersan Badri untuk memasuki lingkaran GAM.

Halaman
123


Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: Ekarista Rahmawati Putri

Berita Populer