DIKECAM Habis karena Bergaun Seksi saat Rapat, Anggota DPR Termuda Ini Ngotot dan Punya Alasan Kuat

Anggota Majelis Nasional Termuda Korea Selatan, Ryu Ho-jeong menjadi viral karena gaya berpakaian seksinya saat menghadiri rapat di Majelis Nasional Korea Selatan.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Anggota parlemen Majelis Nasional Korea Selatan (semacam DPR RI), Ryu Ho-jeong  (28), yang memakai gaun pendek berwarna merah saat menghadiri rapat di parlemen, menuai kontroversi dan malah menjadi perdebatan sengit.

Isu ini menjadi viral di Korea Selatan lantaran memunculkan hal yang tidak terpikirkan sebelumnya, yakni aturan berpakaian yang pantas di Majelis Nasional.

Ryu Ho-jeong menghadapi pengawasan ketat di berbagai komunitas online minggu ini yang termasuk komentar misoginis dan seksis yang menyamakannya dengan "gadis panggilan" atau "pelayan bar."

Mengutip ABC News, limpahan komentar negatif berbenturan dengan sorak-sorai online yang mendukung kebebasan memilihnya.

Sebuah debat aktif, kata para analis, yang mencerminkan perpecahan generasi dan budaya yang dalam di masyarakat yang sebagian besar konservatif atas norma-norma sosial.

"Pekerjaan anggota dewan adalah pelayanan publik yang diawasi oleh semua warga, jadi mereka harus tetap berpegang pada formalitas ketika menjalankan pekerjaan mereka," kata Jung Yoojin, seorang senior perguruan tinggi yang belajar di Korea Selatan, kepada ABC News.

Baca: Aturan Covid-19 di Korea Selatan Ketat, Rencana TC Timnas Indonesia U-19 Bikin PSSI Bimbang

Ryu Ho-jeong (28) saat diwawancarai alasan memakai gaun terusan berwarna di Majelis Nasional Korea Selatan. (Lawmaker Ryu Ho-jeong's office/abc news)

"Bahkan mahasiswa pun berdandan formal saat melakukan presentasi di kelas. Muncul dengan gaun merah sepertinya tindakan yang bertentangan dengan sentimen nasional."

Tapi Ryu, yang merupakan anggota termuda di majelis, mengabaikan reaksi negatif yang mengatakan bahwa "otoritas Majelis Nasional tidak dibangun dengan mengenakan jas".

"Majelis Nasional berpusat pada pria paruh baya berusia 50-an, dan saya ingin menghentikan praktik ini yang diwakili oleh jas dan dasi gelap dengan mengenakan pakaian kasual," katanya kepada ABC News.

Majelis Nasional Korea Selatan yang beranggotakan 300 orang telah menjadi beragam usia dan jenis kelamin dalam beberapa dekade terakhir, tetapi sebagian besar masih terdiri atas pria paruh baya.

Baca: Beasiswa Pelatihan Bahasa Korea dari Korea Foundation, Dapat Uang Saku hingga Rp 12 Juta Per Bulan

Halaman
1234


Editor: haerahr

Berita Populer