Dilansir dari Reuters, Infeksi virus corona menyebar ke kota-kota kecil dan area pedesaan di India.
Pakar mengatakan epidemi Covid-19 di India kemungkinan butuh berbulan-bulan lagi sebelum mencapai fase puncak.
Padahal, sistem kesehatan di negara itu sudah sangat terbebani dengan jumlah pasien saat ini.
Kementerian Kesehatan India mengatakan ada 62.538 kasus baru di pada Jumat ini sehingga total kasus menjadi 2,03 juta.
India telah melaporkan rata-rata 50.000 kasus per hari sejak pertengahan Juni.
Meski demikian, pakar mengatakan tingkat atau angka tes sangat rendah, yakni 16.035 per satu juta orang.
Tingkat kematian di India relatif rendah, sekitar 2 persen atau ada 41.585 kematian sejauh ini.
Namun, angka tersebut hanya berasal dari kasus kematian orang yang terkonfirmasi positif terjangkit Covid-19.
Perdana Menteri Narendra Modi memaksakan penguncian ketat pada 25 Maret ketika fase awal wabah berlangsung.
Penguncian ini membuat pergerakan besar-besaran dari pekerja migran dari kota ke pedesaan.
Di beberapa negara bagian tempat para migran kembali, ada kenaikan kasus infeksi dalam minggu-minggu terakhir.
Sementara itu, otoritas bea cukai India menyita kontainer yang berisi 740 ton amonium nitrat, bahan kimia yang menyebabkan ledakan mengerikan di Beirut, Lebanon.
Pihak bea cukai di Chennai, sebuah kota pelabuhan di India selatan, mengatakan amonium nitrat tersebut kini disimpan di lokasi berjarak sekitar 20 kilometer dari kota itu.
"Muatan yang disita telah disimpan dengan aman dan keamanan muatan itu dan masyarakat dijamin, mengingat sifat berbahaya muatan itu," kata pihak bea cukai, dikutip dari Reuters.
Mereka mengatakan tidak ada area permukiman dalam jarak 2 kilometer dari stasiun pengangkutan tempat muatan itu disimpan.
Amonium nitrat digunakan untuk membuat pupuk dan bahan peledak, umumnya digunakan oleh industri pertambangan.
Bahan kimia itu diimpor pada tahun 2015 oleh Amman Chemical, sebuah perusahaan yang bermarkas di negara bagian Tamil Nadu.
Seorang pejabat bea cukai mengatakan amonium nitrat itu disita pada saat kedatangannya karena diduga melanggar aturan impor.