Sukses Raih Poin Tertinggi Sejak 2009-10, Antonio Conte dan Manajemen Inter Milan Justru Berselisih

Penulis: Haris Chaebar
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Antonio Conte, dirumorkan tak akur dengan manajemen Inter Milan di penghujung Liga Italia 2019-20.

Brozovic juga didenda karena sebelumnya ditangkap polisi akibat mengemudi dalam keadaan mabuk.

Kalau situasi demikian terjadi di Juventus, menurut Condo, kabar-kabar tersebut tidak akan bocor kepada publik.

Tetapi, di Inter Milan berita semacam ini menyebar secara kilat ke publik.

Raungan Conte ini diyakini juga merupakan permintaan kekuasaan lebih banyak di Inter Milan.

Condo sekali lagi menekankan bahwa Conte mengkritik apa yang sudah terjadi di Inter Milan sejak bertahun-tahun lalu.

"Seolah-olah ada 2 tim di Inter Milan, yang satu dipimpin Giuseppe Marotta dan yang lain tidak."

Giuseppe Marotta sebagai direttore sportivo bergerak terpisah dari Conte dalam menentukan strategi Inter Milan di bursa transfer.

Selebrasi para pemain Inter Milan kala mengalahkan SPAL di pekan 33 Liga Italia musim 2019-20.

Keinginan Antonio Conte di bursa transfer banyak yang tidak dipenuhi olhe klub berjuluk Biscione ini, dalam hal ini Giuseppe Marotta sebagai direktur teknik.

"Hanya saya yang tahu apa yang harus saya lakukan untuk mendapatkan Romelu Lukaku. Hanya saya yang tahu..," katanya dalam wawancaranya dengan DAZN.

Pada bursa transfer Januari lalu, perselisihan terkait urusan transfer terjadi lagi.

Conte meminta gelandang petarung semacam Arturo Vidal, tetapi yang datang justru playmaker bernama Christian Eriksen.

Baca: Penghasilannya Fantastis, Cristiano Ronaldo Kini Jadi Pesepak Bola Pertama yang Berstatus Triliuner

Baca: Pandemi Virus Corona Buat Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi Kompak di Luar Lapangan

Sikap Conte terus memarkit Eriksen di bangku cadangan adalah sinyal kerasnya kepada Inter Milan bahwa pemain timnas Denmark ini tidak dia butuhkan untuk timnya.

"Pengalaman memperlihatkan bahwa jika sebuah klub melakukan apa yang diminta Conte, klub itu menang. Dia sedang menggunakan strategi itu," kata Condo.

Kontrak Antonio Conte dengan Inter Milan masih berlaku sampai 2022.

Namun, menyusul sikap kerasnya ini, hubungan antara Conte dan Inter Milan diklaim sejumlah media sudah sulit diperbaiki.

Nama-nama pelatih beken yang sedang tanpa job seperti Massimiliano Allegri dan Mauricio Pochettino kini disebut-sebut potensial untuk menggantikan Conte setelah hanya satu tahun berkarya di Inter Milan. 

(Tribunnewswiki.com/Ris)



Penulis: Haris Chaebar
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
BERITA TERKAIT

Berita Populer