Kisah Hendra, Ditolak Sekolah Karena Cacat Padahal Sudah Dinyatakan Lolos, Ini Kata Pihak Sekolah

Penulis: Amy Happy Setyawan
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi sekolah(KOMPAS.com/Junaedi)

"Kemarin orangtuanya datang ke sekolah konsultasi," kata Murtaji.

Baca: Tahun Ajaran Baru Dimulai Besok, Ini 23 Sumber Belajar dari Rumah dari Kemendikbud untuk SD-SMA

Baca: Pembelajaran Jarak Jauh Tahun Ajaran 2020/201 Dimulai Hari Ini, Ada Banyak Tantangan

Murtaji menanyakan kondisi Hendra saat masih di SD, khususnya terkait cara Hendra ujian seperti pelajar lainnya.

Dia juga menanyakan kemampuan Hendra mengikuti proses belajar mengajar saat masih SD.

Dia berdalih pihak sekolah ingin mencari solusi terkait pembelajaran siswa tersebut.

Sebab, sekolah yang dipimpinnya tidak memiliki guru khusus untuk mengajar pelajar penyandang disabilitas.

Para guru khawatir tidak bisa mengajar anak tersebut dengan baik.

Namun, pertemuan tersebut tidak ada solusi dan sekolah ragu untuk meneruskan sekolah anak tersebut.

Akhirnya, sang ibu memutuskan untuk membawa pulang anaknya dan meminta keluar dari sekolah.

“Ibu yang minta anak itu mundur, mau di sekolah di SLB, ya saya persilahkan,” terang dia.

Minta kembali ke sekolah

Setelah ramai diperbincangkan, Muhammad Hendra yang diminta mundur secara halus dari sekolah akhirnya diminta kembali melanjutkan studi.

Dua guru datang ke rumah Hendra dan meminta maaf.

Dia datang dan mengajak orangtua Hendra agar anaknya tetap sekolah di SMPN 2 Tamanan.

“Tadi datang guru SMPN2 ditemani guru SDnya Hendra,minta maaf,” kata Suyadi, ayah dari Hendra saat ditemui Kompas.com, Selasa.

Baca: Tak Punya Smartphone, Siswa Ini Belajar Sendiri di Kelas, Kepsek : Keluarganya Lebih Butuh Beras

Baca: Lurah yang Ngamuk Siswa Titipannya Ditolak SMA Negeri 3 Tangsel, Kini Masih Jadi ASN Aktif

Kedatangan guru tersebut menjelaskan kalau hanya terjadi kesalahpahaman.

Pihak sekolah meminta agar Hendra tetap bisa melanjutkan studi di SMPN 2 Tamanan.

Setelah itu, juga datang seorang guru yang mengembalikan buku mata pelajaran.

Buku tersebut sempat diminta oleh sekolah, kemudian Asyati, ibu Hendra mengantarkannya ke sekolah pada Senin (3/8/2020).

Kendati sudah diminta sekolah, orangtua Hendra masih ragu untuk menyekolahkan anaknya di SMPN 2 Tamanan.

Dia memasrahkan keinginan tersebut pada anaknya.

“Tergantung anak saya, apa masih mau sekolah disana,” tambah dia.

(Tribunnewswiki.com/Ami Heppy, Kompas.com/Bagus Supriadi)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Air Mata Hendra Tak Berhenti Mengalir Ditolak Sekolah karena Cacat, Buku Pelajaran Dikembalikan"



Penulis: Amy Happy Setyawan
Editor: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer