"Kalau sebelum hewannya dipotong stres bagian jantung dan parunya itu terdapat banyak darah. Terlihat ada bercak-bercak merahnya," kata Irma di Matraman, Jakarta Timur, Sabtu (1/8/2020).
Sisa darah pada organ paru dan jantung ini memang tak lantas membuat daging menjadi tidak layak konsumsi karena bisa dibersihkan.
Namun bila sisa darah tak dikeluarkan lebih dulu sebelum diamasak maka warga tak ubahnya mengkonsumsi marus (darah binatang).
"Persoalannya belum banyak yang tahu kalau sisa darah harus dikeluarkan. Kalau dokter hewan pasti tahu, makannya kita lakukan pemeriksaan postmortem," ujarnya.
Selain kejiwaan hewan, Irma menuturkan kelihaian tukang jagal saat menyembelih hewan kurban ikut memengaruhi kualitas daging hewan.
Seperti stres, penyembelihan hewan kurban yang kurang tepat membuat organ jantung dan paru hewan kurban dipenuhi darah.
"Kalau tukang jagalnya sudah berpengalaman pasti paru dan jantungnya enggak banyak sisa darah. Kalau banyak darah nanti pas dimakan seperti marus," tuturnya.
Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Saat Mau Dipotong-potong, Daging Kurban Itu Malah Bergerak Sendiri, Warga Pun Kaget