Oxley mengatakan Stoner adalah salah satu pembalap tercerdas.
Dia ingin kontrol traksi menyelamatkan dalam sebuah krisis, tetapi dia cenderung membenci teknologi itu.
Pembalap Australia itu merasa kontrol traksi mengganggu hubungannya dengan motornya melalui pemutusan pengapian dan kontrol torsi.
Baca: Jangan Sampai Senggol Knalpot Motor MotoGP, Suhunya Tembus 700 Derajat Celcius!
Baca: Manajer Repsol Honda Alberto Puig Tidak Khawatir Data Motor MotoGP RC213V Dibocorkan Jorge Lorenzo
Layaknya para pembalap tercepat di generasi MotoGP, Stoner mematikan traksi kontrol di motornya.
Meski demikian, Oxley mengatakan kontrol traksi membantu pembalap berkemampuan lebih rendah dalam mengejar para pembalap terbaik.
Oleh karena itu, Stoner dan pembalap cepat lainnya harus mencari sisi lain agar dapat meninggalkan mereka di belakang.
Di waktu lain, Stoner memilih menggunakan rev limiter agar bisa menghindari penggunaan kontrol traksi, misalnya di tikungan tiga di Valencia.
"Pada dasarnya elektronik itu hal yang sama dengan rev limiter, mereka hanya memutus lebih awal," kata Stoner.
Kontrol traksi dengan jelas telah mengurangi highside mengerikan di MotoGP.
Namun, saat ini ada lebih banyak kecelakaan daripada sebelumnya, karena ada beberapa area tempat pembalap bisa mempercepat lap time-nya, sehingga mereka mengambil risiko lebih besar ketika berada di tikungan.
Pembalap MotoGP saat ini memiliki yang terbaik dalam hal mesin, sasis, rem, suspensi, elektronik, dan ban.
Jika ditanya apakah hal itu membuat motor lebih mudah dikendarai?
Oxley mengatakan "ya", jika motor MotoGP digunakan membalap secara "lembut" untuk beberapa lap.
Namun, berbagai teknologi itu tidak membuat motor lebih mudah digunakan untuk membalap sampai limit.