Punya Sistem Kontrol Elektronik Canggih, Apakah Motor MotoGP Terlalu Mudah Dikendarai?

Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Melia Istighfaroh
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pembalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi (kanan), dan pembalap Aprilia Factory Racing, Bradley Smith, melihat ke belakang saat sesi latihan ketiga di MotoGP Andalusia, 25 Juli 2020.

Oxley mengatakan Stoner adalah salah satu pembalap tercerdas.

Dia ingin kontrol traksi menyelamatkan dalam sebuah krisis, tetapi dia cenderung membenci teknologi itu.

Pembalap Australia itu merasa kontrol traksi mengganggu hubungannya dengan motornya melalui pemutusan pengapian dan kontrol torsi.

Baca: Jangan Sampai Senggol Knalpot Motor MotoGP, Suhunya Tembus 700 Derajat Celcius!

Baca: Manajer Repsol Honda Alberto Puig Tidak Khawatir Data Motor MotoGP RC213V Dibocorkan Jorge Lorenzo

Layaknya para pembalap tercepat di generasi MotoGP, Stoner mematikan traksi kontrol di motornya.

Meski demikian, Oxley mengatakan kontrol traksi membantu pembalap berkemampuan lebih rendah dalam mengejar para pembalap terbaik.

Oleh karena itu, Stoner dan pembalap cepat lainnya harus mencari sisi lain agar dapat meninggalkan mereka di belakang.

Di waktu lain, Stoner memilih menggunakan rev limiter agar bisa menghindari penggunaan kontrol traksi, misalnya di tikungan tiga di Valencia.

"Pada dasarnya elektronik itu hal yang sama dengan rev limiter, mereka hanya memutus lebih awal," kata Stoner.

Kontrol traksi dengan jelas telah mengurangi highside mengerikan di MotoGP.

Namun, saat ini ada lebih banyak kecelakaan daripada sebelumnya, karena ada beberapa area tempat pembalap bisa mempercepat lap time-nya, sehingga mereka mengambil risiko lebih besar ketika berada di tikungan.

Pembalap MotoGP saat ini memiliki yang terbaik dalam hal mesin, sasis, rem, suspensi, elektronik, dan ban.

Jika ditanya apakah hal itu membuat motor lebih mudah dikendarai?

Oxley mengatakan "ya", jika motor MotoGP digunakan membalap secara "lembut" untuk beberapa lap.

Namun, berbagai teknologi itu tidak membuat motor lebih mudah digunakan untuk membalap sampai limit.

(Tribunnewswiki/Tyo)



Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Melia Istighfaroh
BERITA TERKAIT

Berita Populer