“Dah jangan diulangi lagi kayak gitu, nih gue ingetin lu kalau ke sekolah muka lu jangan dempulan, ya? iya nggak?," ujar pelaku.
Masih dalam unggahan yang sama, dalam video berbeda juga terlihat pelaku sempat menarik korban dari atas motor.
Pelaku kemudian nampak menendang bagian badan secara berulang.
Setelah video perundungan itu viral, terduga pelaku berinisial S muncul untuk meminta maaf.
Namun pelaku merasa dirinya tidak melakukan 'apapun' dan mengatakan bahwa video telah dimanipulasi.
"Selamat malam, saya S di sini saya mau klarifikasi tentang video yang beredar," ucap S.
"Sebelumnya saya minta maaf atas kejadian di video tersebut," imbuhnya.
S mengaku pelaku perundungan di video tersebut bukanlah dirinya.
Menurut S ada orang tak bertanggung jawab yang telah mengedit video yang merekam aksi perundungan itu.
"Saya tidak melakukan tindakan apapun, kalaupun ada video orang merubah orang menjadi wajah saya, itu adalah perbuatan orang yang tidak bertanggung jawab," ujar S.
"Demikian saya sampaikan klarifikasi ini," imbuhnya.
Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Tambun Selatan AKP Gana Yuda mengatakan pihaknya masih menelusuri kasus dugaan perundungan atau bullying di wilayahnya.
"Kami masih dalami video itu, agar bisa ditindaklanjuti," kata Gana saat dikonfirmasi TribunJakata.com, Senin (27/7/2020).
Pihaknya juga sudah melakukan kordinasi kepada sekolah maupun korban.
Terlebih masalah perundungan adalah kasus anak di bawah umur yang patut diselesaikan secara bijak.
"Korban sudah divisum masih tunggu hasilnya, dari informasi sementara kejadian Jumat lalu," terang Gana.
Gana mengatakan, sampai hari ini, pihaknya memang belum menerima laporan dari korban terkait kasus perundungan tersebut.
"Sampai hari ini belum, dia (korban) belum buat laporan," kata Gana.