Tendang dan Suruh Korban Cium Kaki 10 Kali, Pelaku Beri Klarifikasi: Saya Tak Lakukan Apapun

Penulis: Maghita Primastya Handayani
Editor: Melia Istighfaroh
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Viral video perundungan atau pembullyan siswa SMK Pustaka Nusantara 2, Tambun Selatan, Bekasi. Korban diintimidasi dan disuruh untuk mencium kaki pelaku sambil meminta maaf. Saat ini terduga pelaku telah melakukan klarifikasi namun dirinya membantah melakukan perundungan. Pelaku menduga terdapat manipulasi yang telah merubah wajah pelaku serupa dengan dirinya.

“Dah jangan diulangi lagi kayak gitu, nih gue ingetin lu kalau ke sekolah muka lu jangan dempulan, ya? iya nggak?," ujar pelaku.

Masih dalam unggahan yang sama, dalam video berbeda juga terlihat pelaku sempat menarik korban dari atas motor.

Pelaku kemudian nampak menendang bagian badan secara berulang.

Pelaku minta maaf, namun merasa tak melakukan apapun

Setelah video perundungan itu viral, terduga pelaku berinisial S muncul untuk meminta maaf.

Namun pelaku merasa dirinya tidak melakukan 'apapun' dan mengatakan bahwa video telah dimanipulasi.

"Selamat malam, saya S di sini saya mau klarifikasi tentang video yang beredar," ucap S.

"Sebelumnya saya minta maaf atas kejadian di video tersebut," imbuhnya.

S mengaku pelaku perundungan di video tersebut bukanlah dirinya.

Menurut S ada orang tak bertanggung jawab yang telah mengedit video yang merekam aksi perundungan itu.

"Saya tidak melakukan tindakan apapun, kalaupun ada video orang merubah orang menjadi wajah saya, itu adalah perbuatan orang yang tidak bertanggung jawab," ujar S.

"Demikian saya sampaikan klarifikasi ini," imbuhnya.

 Tanggapan Kapolsek Tambun Selatan atas kasus perundungan viral

Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Tambun Selatan AKP Gana Yuda mengatakan pihaknya masih menelusuri kasus dugaan perundungan atau bullying di wilayahnya.

"Kami masih dalami video itu, agar bisa ditindaklanjuti," kata Gana saat dikonfirmasi TribunJakata.com, Senin (27/7/2020).

Pihaknya juga sudah melakukan kordinasi kepada sekolah maupun korban.

Terlebih masalah perundungan adalah kasus anak di bawah umur yang patut diselesaikan secara bijak.

"Korban sudah divisum masih tunggu hasilnya, dari informasi sementara kejadian Jumat lalu," terang Gana.

Gana mengatakan, sampai hari ini, pihaknya memang belum menerima laporan dari korban terkait kasus perundungan tersebut.

"Sampai hari ini belum, dia (korban) belum buat laporan," kata Gana.

Halaman
123


Penulis: Maghita Primastya Handayani
Editor: Melia Istighfaroh
BERITA TERKAIT

Berita Populer