Setelah kejadian itu, pelaku melarikan diri.
Personel kepolisian yang mendapat informasi langsung turun ke lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Pelaku masih dalam penyelidikan. Kita sudah berkordinasi dengan istrinya agar (pelaku) datang menyerahkan diri," ucap Asdul.
Setelah dilakukan penyidikan, rupanya terdapat motif lain dalam kasus tersbut.
Pihak pelaku dan korban sempat memiliki sengketa tanah.
"Pelaku masih dalam penyelidikan. Untuk motif awal bertengkar gara-gara korban tidak terima anaknya dikatain juling," ungkap Asdul.
Setelah dilakukan penyidikan lebih lanjut, motif kuat dari kejadian itu diduga kuat juga merupakan perpanjangan dari sengketa batas tanah.
"Ada motif sengketa tanah juga, korban dan pelaku sudah lama tidak akur gara-gara batas tanah di depan rumah mereka yang bersebelahan," kata Asdul.
Meski demikian, hingga artikel ini diunggah informasi mengenai motif sengketa tanah belum mendapatkan konfirmasi lebih lanjut.
Selain itu, informasi mengenai apakah pelaku sudah menyerahkan diri pada kepolisian masih dalam proses verifikasi.
Baca: Terbukti Aniaya Dipo Latief dan Tak Harus Dipenjara, Nikita Mirzani Bersyukur Dapat Keadilan
Baca: Petugas Medis di Ambon Dianiaya Keluarga Pasien Covid-19, APD Robek dan Wajah Bengkak
Baca: VIRAL Aniaya Pria Diduga Miliki Gangguan Jiwa, 2 Polisi Aceh Diperiksa: Tidak Layak Dilakukan Aparat
Artikel ini telah tayang di Kompas.co dengan judul "Pria Ini Hajar Seorang Ibu hingga Tewas usai Pelaku Katai Anak Korban Juling" dan "Kata Juling Picu Konflik Tetangga hingga Berujung Pembunuhan, Polisi Sebut Ada Motif Lain"