Hasto mengungkapkan, pemasangan Gibran dengan Teguh pun sudah dipertimbangkan secara hitungan politik yang matang dan melihat kondisi di lapangan
"Jadi kedua-duanya saling memperkuat untuk kepentingan rakyat," ujar Sekretaris Jenderal PDIP.
Gibran dan Teguh diwajibkan mengikuti sekolah calon kepala daerah yang dibentuk PDIP usai keputusan tersebut diumumkan.
Sekolah calon kepala daerah ini bertujuan untuk menguatkan pemahaman terhadap ideologi Pancasila.
Selainitu juga kebijakan legislasi dan anggaran, dan tata pemerintahan yang baik dan bersih.
Selanjutnya, program kerakyatan berbasis Trisakti Bung Karno, strategi pemenangan pemilu berbasis gotong royong, komunikasi politik, dan berbagai perspektif kepemimpinan visioner berdasarkan best practices dari kepala daerah PDIP.
Baca: Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa Resmi Diusung PDI-P pada Pilkada Solo 2020
Baca: Gibran dan Tri Rismaharini Gelar Pertemuan, Wali Kota Surabaya Beberkan Syarat Jadi Kepala Daerah
Gibran Rakabuming juga mengaku langsung ada chemistry dengan Teguh Prakosa yang jadi pasangannya di Pilwalkot Solo.
Gibran dan Teguh berkunjung ke Semarang untuk memenuhi undangan DPD PDIP Jateng.
Melalui keterangan tertulis, Gibran sangat bersyukur.
Dia pun mengatakan mengatakan akan berkomunikasi secara intensif dengan Teguh dan jajaran PDIP lainnya.
“Saya sangat bersyukur. Saat dapat undangan, langsung udah kelihatan chemistry-nya," kata Gibran lewat keterangan tertulis, Jumat (17/7/2020).
Kakak Kaesang ini menyatakan akan mengikuti arahan dari Ketua DPC PDIP Kota Solo dalam pencalonannya.
Baca: Rieke Diah Pitaloka Dicopot dari Pimpinan Baleg DPR, PDIP Sebut Prinsip Right Man in The Right Place
“Saya akan mengikuti arahan Pak Rudy selaku Ketua DPC,” kata dia.
Sedangkan, Teguh sebagai pendamping Gibran juga mengatakan siap.
Teguh menyatakan siap mendampingi Gibran, termasuk siap mengingatkan bila dirasa perlu.
“Harus siap. Artinya Mas Gibran ini pasangan muda. Sehingga kami harus bisa mengikuti apa saja kemauan anak-anak muda."
"Bisa mengikuti langkah-langkahnya yang rapi, punya wawasan luas, semoga dapat bermanfaat bagi masyarakat banyak,” lanjutnya.
Baca: Sudah Menduga PDIP Bakal Rekomendasikan Gibran di Pilkada Solo, Purnomo: Karena Dia Putra Presiden
Baca: Megawati Singgung Soal Anak yang Dipaksa Ikut Pilkada, Gibran: Saya Tidak Dipaksa, Keinginan Sendiri
Analis politik UIN Syarif Hidayatullah Adi Prayitno mengutaran pendapat, Gibran dan Teguh sangat berpotensi melawan kotak kosong.
"Sangat potensial melawan kotak kosong, karena hampir semua parpol merapat."