Menurut Suparno, warga Jembatan Besi itu memang sengaja ingin mengakhiri hidupnya.
Meski demikian, tuhan berkehendak lain.
Korban berhasil selamat meski sudah tertabrak kereta api dan terpental beberapa meter.
Bahkan korban masih sadar usai terpental dan mampu berjalan saat akan dibawa ke rumah sakit.
Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu.
Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup.
Anda tidak sendiri.
Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.
Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling, Anda bisa simak website Into the Light Indonesia di bawah ini:
https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling/
Selain itu, Anda dapat mencari mereka lewat akun sosial media mereka di Twitter, Facebook, Instagram dengan @intolightid.
Anda juga bisa menghubungi Hotline Kesehatan Jiwa Kemenkes di nomor (021-500-454)
Baca: Tertawa saat Sedih seperti Karakter Joker, adalah Jenis Gangguan Jiwa, Kenali Gejalanya
Baca: Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (World Mental Health Day)
Baca: Mengalami Stres ataupun Depresi? Simak Gejala dan Perbedaannya
Artikel ini telah tayang di Wartakotalive.com dengan judul "Aneh tapi Nyata, Ditabrak KRL hingga Terpental, Pria di Tambora Ini Masih Tetap Hidup"