Jangan Nekat Gunakan Sperma Untuk Masker Penyembuh Jerawat, Inilah Resiko yang Harus Dihadapi

Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Archieva Prisyta
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi Pria Berjerawat

Penyakit menular seksual yang dapat menular lewat selaput lendir di wajah seperti halnya herpes, klamidia, serta  gonore.

Mata merupakan bagian tubuh yang paling rentan.

Baca: 10 Tips Mencegah Munculnya Jerawat di Wajah, Hindari Make Up Tebal hingga Rutin Berolahraga

Baca: Tidak Hanya Manusia, Kucing Juga Bisa Berjerawat Lho, Apa Saja Penyebabnya?

Ilustrasi kulit berjerawat - (pixabay.com)

Herpes okular, sebagai contoh, bisa menimbulkan peradangan hingga kehilangan penglihatan.

Pakai masker sperma yang tidak steril pun dapat memicu penyakit konjungtivitis klamidia.

Walaupun mempunyai dampak yang tidak separah herpes okular, taoi akibatnya mampu membuat bagian tubuh yang terinfeksi mengalami gejala panas layaknya terbakar, kemerahan, dan keluar cairan.

Sebelum memakai sperma untuk dijadikan masker menyembuhkan jerawat, alangkah baiknya benar-benar mempertimbangkan risikonya.

Alergi

Bukannya mendapatkan kulit mulus, mengoleskan sperma menjadi masker jerawat rentan memicu reaksi alergi.

Dr. Kirby menjelaskan, menilik dari beberapa kasus, satu di antara bahaya masker sperma yaitu timbulnya reaksi alergi.

Sebagian orang memiliki alergi terhadap protein yang terkandung dalam sperma.

Bahkan hal ini bisa menjadi pemicu masalah kulit dermatitis.

Dermatitis ini ditandai dengan gejala kulit merah, kering, bengkak, dan sangat gatal.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Kaka, Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Awas, Ini Risiko Pakai Masker Sperma untuk Menyembuhkan Jerawat"



Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Archieva Prisyta
BERITA TERKAIT

Berita Populer