Tak Diberi Uang, Anak Tega Tikam sang Ibu hingga Tewas di Aceh: Sempat Pura-pura Menangis Histeris

Penulis: Maghita Primastya Handayani
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi pembunuhan. Nasrul Ibrahim (35) tega bunuh ibu kandungnya sendiri, Fatimah Sulaiman (63) hanya karena tak diberi uang. Rupanya pembunuhan telah direncanakan satu pekan sebelum aksi nyata dilakukan oleh Nasrul ibrahim. Kasus tersebut terjadi di Desa Meunasah Panton, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara.

Pelaku berpura-pura sedih dan menangis histeris setelah melakukan pembunuhan

Ilustrasi pembunuhan. Nasrul Ibrahim (35) tega bunuh ibu kandungnya sendiri, Fatimah Sulaiman (63) hanya karena tak diberi uang. Rupanya pembunuhan telah direncanakan satu pekan sebelum aksi nyata dilakukan oleh Nasrul ibrahim. Kasus tersebut terjadi di Desa Meunasah Panton, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara. (pixabay.com)

Pelaku kemudian berpura-pura menangis dan meminta pertolongan warga sekitar.

Bahkan tersangka juga pergi ke rumah warga lainnya untuk mengatakan bahwa ibunya telah meninggal dunia.

Tersangka juga dikatakan menangis histeris sembari menunggu polisi melakukan olah tempat kejadian perkara.

“Jadi ini sudah direncanakan. Kalau tidak diberi uang, maka akan dibunuh. Sekarang berkasnya terus kita lengkapi dan segera kita limpahkan ke jaksa,” pungkas AKP Rustam.

Sebelumnya diberitakan Nasrul membunuh ibu kandungnya karena tidak memberikan uang.

Bahkan pelaku berpura-pura sedih setelah membunuh ibu kandungnya.

Baca: Polisi Bentuk Tim Khusus untuk Usut Kasus Dugaan Pembunuhan Editor Metro TV Yodi Prabowo

Baca: Anak Bunuh Ibu Pakai Cangkul dan Sudah Siapkan Lubang Kubur, Ternyata Alami Skizofrenia Paranoid

Baca: Pria Tua Dihajar Babak Belur Usai Jalani Pemeriksaan Saksi Pembunuhan, Dua Petinggi Polsek Dipanggil

(TRIBUNNEWSWIKI/Magi, KOMPAS/Masriadi)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Anak yang Bunuh Ibu Kandung di Aceh Diduga Sudah Rencanakan Aksinya Selama Sepekan"



Penulis: Maghita Primastya Handayani
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
BERITA TERKAIT

Berita Populer